WALIKOTA BATU MEMBERI KULIAH ISTIMEWA KEPADA BEM SELURUH INDONESIA

BEM batu

BATU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perguruan negeri dan swasta se-Indonesia mendapat kuliah istimewa dari Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di Pendopo Pemkot Batu, Senin (26/5) malam. Rata-rata anggota BEM yang dari seluruh penjuru tanah air tersebut belajar mengelola pariwisata dari orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu, meski ada sebagian yang mengkritik pengelolaan wisata di Batu.

Ada sekitar 300 mahasiswa yang datang dari 130 kampus seluruh Indonesia. Dialog tersebut merupakan rangkaian pertemuan Aliansi BEM Nusantara yang berlangsung di UMM, 26-30 Mei 2014 ini. Dialog berlangsung gayeng karena mahasiswa maupun nara sumber yang sukses mengelola wisata di Kota Batu itu sama-sama antusias.
ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko, memberikan pemaparan tentang tata kelola potensi daerah sebagai kota wisata. Sedikitnya 300 mahasiswa yang hadir di pendopo itu dengan seksama mendengarkan pemaparan itu hingga pukul 24.00 WIB.

Sosok nomor satu  di Pemkot Batu  ini menjelaskan tentang perkembangan pariwisata di kota ini. Diawali dari perubahan pola pikir dari masyarakat petani menjadi masyarakat yang melek wisata. Hingga memberikan penjelasan APBD yang banyak didedikasikan untuk masyarakat. Termasuk wisata menjadi obyek peningkatan perekonomian masyarakat.
Menurut ER, mahasiswa dan mahasiswi adalah pemimpin masa depan. Sehingga mereka harus mengetahui kondisi riil di lapangan. ‘’Bahkan mereka itu harus terlibat langsung dalam proses pembangunan ini. Alam di Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke sangat luar biasa. Ketika wisata dieksplore, potensi tidak akan ada habisnya,’’ ungkap ER dalam pertemuan itu.

Selama ini banyak daerah hanya terpaku mengeksplore kekayaan alam, misalnya batu bara, emas dan bahan tambang lainya. Dia yakin dalam 20 tahun ke depan, bahan tambang tersebut akan habis karena ekplorasi yang tidak akan terkendali. Selain itu ekplorasi tambang tidak banyak memberikan perputaran ekonomi masyarakat secara massal.
Sebut saja ekplorasi batu bara di pedalaman Kalimantan. Pekerja hanya itu-itu saja dan tidak mungkin akan tumbuh hotel, tempat kos-kosan, depot di sekitar pertambangan. Hal itu berbeda jika ekplorasi yang dilakukan adalah alam untuk wisata. Maka hotel hingga pusat-pusat perekonomian akan tumbuh pesat, sehingga peran serta masyarakat semakin tinggi.

Berbagai pertanyaan dari mahasiswa muncul dari pertemuan itu. Mahasiswa asal Medan mengaku sangat terkesan dengan pengelola wisata di Kota Batu. Di daerah asalnya, banyak potensi wisata dengan luar biasa indah. Ada danau Toba, pegunungan hingga objek lain. Namun kunjungan tidak bisa luar biasa karena sarana yang memadai hingga partisipasi masyarakat yang belum bisa memetik hasil.
Begitu juga pertanyaan mengeplorasi wisata di Indonesia bagian Timur, seperti Maluku, Raja Ampat banyak muncul dari mahasiswa. Ada juga mahasiswa yang mengkritisi apel Batu masih kalah bersaing dengan apel impor, padahal buah ini sangat terkenal dan menjadi ikon Batu maupun Malang.

‘’Buah apel sudah menjadi ikon Kota Batu maupun Malang, namun keberadaanya masih kalah bersaing dengan appel impor. Bagaimana pemerintah Kota Batu menyikapi permasalahan itu,’’ ungkap salah satu anggota BEM.
Sementara itu, Nazar, Ketua Umum BEM UMM yang juga ketua OC pertemuan Aliansi BEM Nusantara mengatakan, mereka sangat senang bisa bertemu dan dialoq langsung dengan Wali Kota Batu.  Nantinya, BEM juga akan melakukan kunjungan ke beberapa objek wisata di Kota Batu. Sedangkan agenda utama adalah melaksanakan diskusi ilmiah di UMM.   ‘’Kami juga akan merumuskan permasalahan bangsa, apalagi sebentar lagi akan dilakukan Pilpres,’’ tegas Naza

Pertemuan ini dihadiri sekira 400 mahasiswa dari 130 BEM dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia yang akan membahas sejumlah persoalan bangsa. ‘’Pertemuan ini juga akan menghasilkan rekomendasi ilmiah pada pemerintah,’’ tegas dia.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *