TIMNAS GASAK NEPAL 2:0 DI GAJAYANA MALANG

pssi

MALANG-Striker Arema Cronus yang dipanggil Timnas Indonesia, Samsul Arif Munif memberikan pembuktian dalam pertandingan Indonesia kontra Nepal kemarin (25/6). Pada laga yang digelar di Stadion Gajayana, Malang itu, pemilik nomor 17 itu membuktikan bahwa tim pelatih tidak salah memanggil Samsul.
Pertandingan baru berjalan lima menit, Samsul sudah mampu membuat Indonesia unggul. Melalui solo run melewatu dua pemain Nepal, mantan pemain Persela Lamongan itu melesakkan tendangan keras dari jarak jauh. Tendangannya sempat membentur tiang kiri gawang Nepal dan memantul masuk ke dalam.

Gol tersebut memaksa kiper Nepal, Kiran Kumar Limbu memungut bola dari jalanya. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Indonesia. Peran mantan pemain Persela Lamongan itu tak cukup hanya dengan mencetak gol. Beberapa kali Samsul mengobrak-abrik pertahanan Nepal.
Menit 32, pemain asal Bojonegoro itu melakukan sprint hingga depan gawang Nepal. Sayang, penyelesaian akhirnya masih mendapat halauan banteng pertahanan Nepal. Lima menit berselang, lagi-lagi Samsul memainkan perannya.
Sukses melakukan solo run hingga kanan gawang Nepal, ia melepaskan umpan lambung ke tengah lapangan. Sayang bola yang mengarah ke Firman Utina lebih dulu ditangkap Kiper Nepal, Kiran Kumar Limbu.

Di babak kedua, Samsul tak menurunkan peformanya. Dengan masuknya Cristian Gonzales di babak kedua, tandem Samsul di lini depan semakin solid. Bahkan, Samsul kembali berperan dalam terciptanya gol kedua tim asuhan Alfred Riedl.
Berawal dari aksi individu Samsul di sektor kiri lapangan, ia memberi umpan kepada Cristian Gonzales yang berada di depan gawang Nepal. Peluang itu selesai dengan sempurna setelah Hendro Siswanto menerima umpan dan melakukan tendangan keras. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Indonesia.

Permainan Samsul menjadi catatan positif tersendiri bagi Pelatih Arema, Suharno, yang juga datang langsung di Stadion Gajayana menyaksikan laga kemarin. Ia mengungkapkan, Samsul mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik Pelatih asal Klaten itu menilai, posisi yang ditempati Samsul sangat tepat. Suharno menyebut bahwa Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl menempatkan Samsul pada posisi aslinya, yakni striker murni. Hal itu yang tidak didapatkan Samsul di Arema. Suharno mengakui itu.

“Permainan pola posisinya yang tepat. Penempatan posisinya sudah tepat di timnas. Kalau di Arema beda karena banyak pemain yang di posisi striker,” ungkapnya.
Ia menyebut, setidaknya empat pemain memiliki posisi sama, sehingga pelatih tidak mungkin menempatkan semuanya di posisi striker. Ada empat pemain Arema posisinya striker. Jadi kalau formasi 4-3-3 tidak mungkin semuanya main sebagai striker,” tandas mantan pelatih Persiwa Wamena dan Persegres Gresik itu.
Perlu diketahui, perjuangan Samsul untuk masuk Tim Garuda tidaklah mulus. Ia sempat beberapa kali dipanggil oleh Badan Tim Nasional (BTN), namun hanya harapan yang ia dapat. Ia tidak pernah masuk pelatnas lantaran hanya mendapat kategori pemain cadangan siap pakai. Kemarin, Samsul sukses memberi bukti pada publik bahwa ia layak membela Timnas Indonesia.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *