Teknik Fill-In Flash Pada Foto Portrait

Teknik Fill-In Flash Pada Foto Portrait
Penggunaan flash saat foto portrait di tempat outdoor saat siang hari ternyata bisa menghasilkan foto yang dramatis. catchlight yang terbentuk di bagian mata model/subyek akan menambah daya tarik foto portrait, kulit model juga akan terlihat lebih lembut, dan hal terpenting adalah berkurangnya shadow atau bayangan dibagian wajah subyek.
Jen - 365 Portrait Project
Photo: Alex Sotelo
Jangan menggunakan flash hanya sebagai cahaya pelengkap/komplemen bagi matahari, tetapi cobalah menggunakan cahaya flash lebih dominan dibanding cahaya matahari. Untuk melakukannya Sobat membutuhkan sebuah kamera yang memiliki kecepatan flash-sync yang cukup cepat. Kabar baiknya adalah kamera DSLR yang beredar dipasaran sekarang ini mampu melakukan sync pada kecepatan shutter 1/250 detik, dan bahkan lebih cepat dari itu. Tujuannya adalah membuat scene menjadi underexposure dan membuat subyek hampir diselimuti oleh bayangan, dan kemudian terangi subyek menggunakan flash agar terkesan membuat pencahayaan ala studio diluar ruangan.

Mungkin Sobat akan berpikir untuk melakukan ini diperlukan flash studio yang kuat agar bisa menerangi subyek yang berada diluar ruangan, dan jawabanya adalah tidak!! Flash SB-600 sudah cukup untuk melakukan teknik fill-in flash ini.

Pengaturan scene pemotretan

Pemilihan lokasi pemotretan adalah salah satu hal penting untuk mencapai keberhasilan foto portrait ini. Memang sih Sobat bisa menggunakan teknik ini di tempat manapun, tapi cobalah cari tempat atau lokasi teduh dengan background terang. Penempatan seperti ini akan membuat subyek berada di bawah naungan bayangan, dan berarti ada sedikit ambient lightjatuh ke subyek pada saat pengambilan exposure (pemotretan). Teknik ini memiliki dampak gelapnya bagian background, dan ini akan bekerja dengan maksimal pada siang hari yang berawan.

Teknik Fill-in FLash

Setelah mendapatkan lokasi yang tepat, sekarang tempatkan subyek dalam scene dan mintalah mereka untuk berpose. Penempatan flash “off-shoe” akan menghasilkan foto lebih baik ketimbang menempatkan flash di kamera DSLR kalian. Flash yang dilengkapi dengan perangkat wireless sempurna untuk melakukan teknik ini. Penggunaan slave flash juga merupakan ide bagus jika Sobat memotret dibawah naungan bayangan, tetapi biasanya tidak bekerja dengan bagus pada kondisi yang terang.

Pilih sudut yang tepat saat menerangi subyek kalian. Sudut 45 derajat di sisi kanan atau kiri sering digunakan pada teknik ini. Posisi tepatnya tergantung  dari darimana arah ambient light berasail. Kebanyakan flash dilengkapi dengan stand kecil sehingga bisa dipasang di tripod atau lighting stand, tetapi jika Sobat bisa meminta bantuan orang lain untuk memegang dan memposisikan flash jika tidak memilikinya.

Cobalah untuk menggunakan mode Manual, atur ISO ke angka 100 (terendah), gunakanshuttter dengan kecepatan flash-sync secepat yang kamera mampu, biasanya di sekitaran 1/250 detik. Coba lihat metering tanpa menembakkan flash dan rubah ukuran aperturesehingga menghasilkan langit gelap yang manis :), pada kondisi langit terang penggunaan aperture f/16 bisa jadi awal yang bagus.

Setelah melakukan uji coba pada background tanpa flash, sekarang nyalakan flash dengan kekuatan penuh dan ambil foto sekali lagi! Cahaya flash sekarang akan menerangi subyek foto kalian. Jika cahaya flash terlampau terang, maka turunkan power flash atau perlebar jarak antara flash dengan subyek, coba potret ulang sampai Sobat mendapatkan hasil yang kalian inginkan.

Beberapa tips lain yang bisa Sobat gunakan:

  1. Menempatkan subyek di bawah naungan atau bayangan membuat ambient light berdampak kecil pada subyek dan membuat cahaya flash tampak lebih menonjol.
  2. Buatlah background sedikit lebih gelap dari biasanya.
  3. Gunakan flash secepat mungkin ketika dalam posisi flash-sync.
  4. Sobat bisa menggunakan perangkat studio seperti diffuser.
  5. Untuk memperhalus bayangan atau menambah intensitas cahaya, Sobat bisa menggunakan flash tambahan.
  6. Posisikan matahari dibelakan subyek (backlight).
  7. Naikkan saturasi hasil foto kalian saat post-processing agar mendapatkan nuansa lebih dramatis.
  8. Selamat Mencoba :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *