Solusi Open Source Red Hat Pacu IT Perusahaan Asia Pasifik Lewat Forum

Penyedia solusi open source terkemuka di dunia Red Hat, mengumumkan agenda acara tahunan perusahaan lewat Red Hat Forum di 11 kota pada bulan september ini untuk area Asia Pasifik. Hal ini tentu sebagai upaya untuk memberikan pencerahan bagaimana solusi industri teknologi informasi begitu penting dan bisa ditekan dari sisi pembiayaan jika menggunakan dan melakukan prosedur yang tepat.

Jika tahun 2014 lalu diprediksi pasar teknologi open stack akan mencapai sekitar $3.3 miliyar dan menjadi diskusi Red Hat Summit, maka kali ini cenderung berbeda dan lebih fokus pada sisi enterprise sebuah perusahaan yang mana mengarahkan pada perusahaan untuk bisa berubah dalam hal menjalankan bisnis yakni dengan memanfaatkan solusi teknologi informasi terkini untuk berinovasi. Dan tema utama yang diambil adalah “Energize Your Enterprise”.

Hal ini ditegaskan oleh para eksekutif Red Hat yang berbagi wawasan dan informasi mengenai manfaat dan solusi open source Red Hat melalui open dan hybrid cloud. Selain itu, mitra utama yang telah mendaftar adalah intel, Amazon Web Services, HP, IBM serta Dell. Beberapa perusahaan yang telah terdaftar tersebut akan berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan solusi open source untuk mentransformasikan lingkungan TI (teknologi informatika) sekaligus memberdayakan perusahaan agar siap dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Di Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat berpotensi untuk mencanangkan open source enterprise dalam hal ini milik Red Hat, karena dalam perkembangannya, peningkatan konsumen terhadap value industri dan pasar di Indonesia tengah berkembang,” papar Radesh Balakrishnan, General Manager, Openstack, Red Hat.

Dan dalam aplikasinya, 17 sepetmber lalu Jakarta sebagai negara tuan rumah pertama terselenggaranya Red Hat Forum kawasan Asia Pasifik, dilanjutkan beberapa negara lain seperti; Kualalumpur 30 September 2015, Singapura 1 Oktober 2015, Seoul 6 Oktober 2015, Bengaluru 8 Oktober 2015, Mumbai 13 Oktober 2015, Beijing 27 Oktober 2015, Shenzen 29 Oktober 2015, Tokyo 4 November 2015, Hongkong 5 November 2015 dan terakhir Taipei pada tanggal 11 November 2015.

PELUANG RED HAT DI INDONESIA

Setelah beberapa waktu lalu membuka kantor perwakilan Red Hat Indonesia maka peluang solusi open source Red Hat di Indonesia tentu dipertanyakan, sebagai pemimpin baru terpilih, Rully Moulany sebagai Country Manager Red Hat Indonesia berkeyakinan besar bahwa peminat pengguna open source di Indonesi sangat besar khususnya perusahaan IT.

“Saya kira peluang Red Hat di Indonesia untuk korporasi IT sangat besar, dan terbukti bahwa beberapa perusahaan besar seperti XL Axiata, Telkomsel, Plaza Indonesia, dan BEJ atau IDX telah menggunakan platform open source sebagai solusi TI,” papar Rully.

Hal in tentu tak lepas dari strategi kami yakni melalui tiga hal yaitu Coverage mencakup perusahaan jasa keuangan, telekomunikasi dan pemerintahan, kemudian Mindset mencakup solusi open source Red Hat untuk publik dan tidak menutup kemungkinan untuk merubah pola fikir usaha kecil menengah menggunakan sistem open source, dan yang terakhir adalah partner yakni menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang telah menggunakan platform open source, tambah Rully Moulany.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *