SEMEN PADANG AKHIRNYA BISA MENGANDASKAN SINGO EDAN DI KANJURUHAN DENGAN SKOR 2:1

aresemen

MALANG-Arema Cronus harus menelan kekalahan pertamanya di kandang dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014, tadi malam. Tim Singo Edan kalah 1-2 (1-0) dari PS Semen Padang di Stadion Kanjuruhan. Adalah Osas Saha yang menjadi momok bagi pemain-pemain belakang tim pujaan Aremania ini. Dua golnya mengantarkan tim berjuluk Kabau Sirah menjadi tim yang pertama menundukkan Arema Cronus di Kandang Singa.

Tak diperkuat beberapa pemain inti seperti Gustavo Lopez, Kurnia Meiga, dan Ahmd Bustomi membuat Pelatih Arema Cronus Suharno menurunkan pemain-pemain yang sering menghuni bangku cadangan. Pemain-pemain seperti Munhar dan Gilang Ginarsa dimasukkan ke starting eleven.
Bermain dengan pemain-pemain yang jarang diturunkan, membuat lini tengah Arema sangat lemah. Suplai bola ke lini depan sangat kurang. Akibatnya pemain-pemain Arema tak pernah mendapatkan peluang emas.
Petaka bagi Arema terjadi pada menit ke 42. Iago Osas Saha membungkam Aremania, melalui pergerakannya dari sisi kiri pertahanan Arema. Pamain asal Benua Afrika itu tak mampu dikawal dengan baik oleh Alfarizi dan Munhar. Tendangan kerasnya membuat skor menjadi 0-1.

Awal babak kedua, Beny Wahyudi masuk menggantikan Gilang Ginarsa untuk meningkatkan daya gedor. Bukannya menyamakan kedudukan, justru Semen Padang menambah keunggulan pada menit ke 58. Kembali Osas Saha menjadi momok, setelah pergerakannya lagi-lagi tak terkawal oleh pemain belakang Arema.
Beberapa kali membuat kesalahan, Suharno akhirnya menarik keluar Munhar dan digantikan dengan Samsul Arif pada Menit 62 untuk mengejar ketertinggalan. Berkali-kali menyerang, akhirnya Aremania bergemuruh pada menit ke 84. Memanfaatkan tendangan free kick dari Sukadana, Alfarizi berhasil menyambut dengan sundulan yang gagal dihalau oleh kiper Jandia. Skor 1-2 bertahan hingga akhir pertandingan.

Menanggapi kekalahan pertama di kandang ini, Pelatih Arema Cronus, Suharno mengakui keunggulan Semen Padang. “Saya akui Semen Padang bermain lebih bagus, kekalahan ini memang menyakitkan. Tapi ini bukan kiamat, kompetisi masih panjang,” ujar Suharno kepada para wartawan

 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *