Semakin Canggih Ponsel, Semakin Mudah Disadap..Betulkah?

teguh

Ketua Dewan Pakar Indonesia ICT Forum, Teguh Prasetya menegaskan bahwa dalam bisnis telekomunikasi masalah utama yang perlu diperhatikan adalah masalah keamanan. Biasanya masalah keamanan ini diklaim oleh pihak operator mencapai 99.9%. Namun, fakta berbicara lain. Kendati faktor keamanan menjadi perhatian utama hingga 99.9%, sektor mobile malware justru berkembang pesat, baik secara teknologi maupun struktural. Apalagi, cybercriminal sekarang ini tidak lagi sendirian.

“Para hacker atau penjual jasa malware sudah menjadi bagian dari operasi bisnis yang serius. Ini sudah menjadi bisnis tersendiri dan menggiurkan serta mendatangkan uang besar,” tegasnya di seminar Indonesia ICT Forum (IIF) bertajuk  “Mencarai Solusi Teknologi Handal Anti Penyadapan” di Jakarta.

“Bisa Anda bayangkan jika penyedia jasa ini bisa memberikan data terpenting bagi kliennya, berapa pun si klien akan mau membayarnya. Ini bisa menjadi salah satu kejahatan yang terstruktur yang memanfaatkan teknologi,” imbuhnya.

Teguh mengatakan, serangan malware kian hari kian mengganas. Ragam seragan itu bermacam macam, bisa melaui SMS, email, update software termasuk teknologi khusus yang digunakan untuk mengambil data dan informasi orang yang dikehendaki. Hanya saja, lanjut Teguh, masyarakat kita kurang aware terhadap bahaya serangan tersebut.

Seperti diketahui penyadapan bertujuan untuk mengambil data percapakan dan data pribadi yang menjadi sasaran penyadap.”Kita tidak sadar, tiba-tiba hape kita tidak dipakai, kok, baterainya tiba-tiba panas. Bisa jadi, ponsel kita sedang mengirimkan data-data kita ke server  pihak ketiga. Apalagi diketahui, semakin pintar ponsel yang Anda pakai, semakin mudah untuk disadap dan semakin mudah untuk diapa-apain karena banyak program yang tertanam dalam ponsel tersebut,”  pungkas Teguh.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *