SEHARI SETELAH HUT RI 69 WARGA BUMIAJI DATANGI MAPOLRES BATU

batu demo

BATU, Profesionalesme penyidik Polres Batu, benar-benar sedang diuji. Bagaimana tidak, ratusan warga sekitar Sumber Air Gemulo, Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji, Senin (18/8) kembali mendatangi Mapolres Batu. Uniknya, kehadiran mereka itu justru minta diperiksa polisi sebagai saksi terkait perkara yang disangkakan kepada tiga tokoh masyarakat setempat.
Sebelumnya warga juga rame-rame menemani pemeriksaan H Rudi, Rudi, Wagiman dan Arif Nugroho di Santuan Reskrim, yang dituding melakukan pengrusakan aset The Rayja. Saat itu warga ogah pulang sepanjang ketiga temannya itu tidak dipulangkan polisi.
Dalam aksi kemarin, warga rame-rame mengaku terlibat langsung dalam proses pemindahan  batu yang kemudian oleh owner The Rayja diperkarakan dengan tuduhan pengerusakan itu. “Semua datang ke sini (Mapolres Batu) untuk minta diperiksa polisi, karena semua terlibat dalam kejadian 31 Januari lalu,” ujar Salma Safitri, aktivis wanita yang menjadi wakil warga.

Selama ini, warga merasa dikriminalisasi oleh pengembang hotel maupun pihak Polres Batu. Ada beberapa indikator yang membuat warga merasa sedang dikiriminalisasi,“Selama ini pemeriksaan yang dilakukan polisi tidak adil, hanya 11 orang saja yang dipanggil. Padahal 300 warga semuanya terlibat dalam pemindahan batu tersebut, semestinya semuanya diperiksa,” tegas Salma Safitri.

Menurut Fifi, panggilan akrab warga Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, itu pemindahan batu itu pun dilakukan berdasarkan perintah dari Syamsul Bakri, kepala Badan Penanaman Modal Pemkot Batu. Entah bagaimana ceritanya, imbasnya pemindahan batu diperkarakan ke polisi dengan tuduhan pengerusakan dan penggelapan.
Anehnya lagi, kata Fifi diantara 11 nama warga yang mendapatkan panggilan polisi, ada beberapa nama yang tidak valid alias nama bodong. Warga yang dipanggil polisi kemarin itu, yakni Bisono, Kiswanto, Erik, Sokiswanto, Arip, Suliadi, Zani dan Warkun. Tapi dari sederet nama tersebut, nama Zani dan Warkun orangnya adalah sama. “ Ini jelas-jelas ada kriminalisasi yang dilakukan. Warga hanya melindungi sumber air kenapa dikriminalisasi,” ujarnya.
Pagi kemarin warga datang menggunakan sebuah truk serta puluhan unit kendaraan roda dua. Mereka masuk ke halaman Mapolres, namun oleh polisi diminta keluar dan warga pun menurut sehingga pilih duduk di depan pagar.
Mereka pun membentang poster bertuliskan protes, juga mengirim sms massal tertuju Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono dan Kapolres Batu AKBP Windiyanto Pratomo. SMS itu tidak hanya dikirim warga pro Gemulo, namun juga oleh aktivis lingkungan di seluruh Jawa Timur ini bertuliskan “Di HUT RI ke-69 ini, warga Bumiaji masih belum merdeka. Hentikan kriminalisasi warga Bumiaji. Bebaskan para pejuang mata air Umbul Gemulo”.

Menurut Fifi, gerakan SMS itu merupakan bentuk keprihatinan warga terhadap aksi kriminalisasi yang dilakukan pengembang hotel dan Polres Batu.
Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo membantah telah melakukan kriminalisasi terhadap warga Kecamatan Bumiaji. “Bukan kriminalisasi, kami menindaklanjuti aduan pihak pelapor, sehingga memerlukan pemeriksaan pemeriksaan,” terangnya.
Pemeriksaan sendiri dilakukan secara bertahap, karena pihaknya juga mempertimbangkan kondisi keamanan wilayah, dan tahapan pemanggilan. “Selain itu sering kali warga kami panggil ke sini berhalangan hadir, sehingga memakan waktu yang cukup panjang,” papar kapolres.
Pemeriksaan tentu untuk mendalami kebenaran dari aduan pelapor. Karena jumlah warga saat itu  sangat besar, praktis yang diperiksapun juga banyak pula yang hingga sore kemarin tercatat sudah mencapai 20 orang saksi yang diperiksa.

Ditanya mengenai permintaan warga agar diperiksa polisi, Kapolres mengatakan bahwa jika memang ada keterlibatan, maka semua warga akan diperiksa. Karena banyaknya warga yang harus diperiksa, maka Polres akan meminta bantuan kepada satuan di atasnya yakni Polda Jatim.
Soal rencana warga menginap di halaman Mapolres, Kapolres mengatakan sebaiknya warga pulang ke rumah masiong-masing.“Dalam rangka apa (menginap di Mapolres), pemeriksaan selesai ya pulang untuk apa disini lama-lama,” terangnya

 

 

 

Kata Kunci :

  • polisi bumiaji batu malang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *