Sedikitnya, sudah ada 11 desa wisata di Kabupaten Malang yang bisa menjadi destinasi outbound bagi siswa-siswi sekolah. Di antaranya adalah Desa Bayem di Kecamatan Kasembon; Desa Mulyorejo di Kecamatan Ngantang; Desa Sumberngepoh di Kecamatan Lawang; Desa Jeru di Kecamatan Tumpang; Desa Mentaraman di Kecamatan Donomulyo; Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari; Desa Bendosari di Kecamatan Pujon; serta Desa Ngadas, Gubugklakah, dan Poncokusumo di Kecamatan Poncokusumo. Kemudian, program berikutnya yang tengah mereka godok adalah menggelar road show di kecamatan-kecamatan, pada momen perayaan HUT (hari ulang tahun) Kabupaten Malang, yang jatuh 28 November mendatang. ”Teknisnya masih kami bahas lebih lanjut. Tapi rencana awal, pada road show, selain memperkenalkan potensi wisata, juga akan digelar pagelaran budaya,” kata dia.

otbound

MALANG, Dari sisi potensi wisatanya, Kabupaten tidak kalah bila dibanding daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia. Tapi sayang, potensi itu belum tergarap maksimal, karena masih kurangnya promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) .

Di tahun 2014 ini, Kabupaten Malang bisa dikatakan minim penetrasi untuk menggarap -pasar wisatawan dari luar Malang. -event tingkat nasional yang tahun ini digelar di Malang, seperti Petani Nelayan XIV 2014 yang digelar 7–12 Juni lalu, juga belum terlalu banyak dimanfaatkan untuk mempromosikan wisata yang ada di Kabupaten Malang.

Kepala Disbudpar Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan, tahun ini, mereka memang minim promosi ke luar. ”Promosi ke luar itu kami lakukan sekali setelah acara Joko-Roro kemarin. Setelah itu hingga sekarang, belum ada program promosi lagi,” kata Made.

Sebagai gantinya, Disbudpar Kabupaten Malang lebih fokus untuk mempromosikan potensi wisatanya sendiri kepada masyarakat Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang. ”Kami mau kuatkan di dalam dulu,” kata dia. Sebab, tidak semua warga di Kabupaten Malang mengenal objek wisata yang ada di daerahnya sendiri. ”Kalau masyarakat Malang sendiri tidak kenal potensi wisatanya, bagaimana kami mau mengenalkan wisata ke luar,” kata dia.

Sebab, warga Kabupaten Malang nantinya juga bisa punya peran untuk mempromosikan wisata ke luar dari mulut ke mulut. Cara ini dianggap lebih efektif, ketimbang harus menghabiskan dana besar-besaran lewat promosi ke luar. Lantas, seperti apa program yang akan dilakukan oleh disbudpar tahun ini? Made mengatakan, program yang tengah mereka lakukan adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang. ”Kami meminta kepada sekolah-sekolah, kalau mau melakukan outbound, lebih baik itu dilakukan di desa wisata yang ada di Kabupaten Malang,” kata mantan manajer Persekam ini.

 

Sedikitnya, sudah ada 11 desa wisata di Kabupaten Malang yang bisa menjadi destinasi outbound bagi siswa-siswi sekolah. Di antaranya adalah Desa Bayem di Kecamatan Kasembon; Desa Mulyorejo di Kecamatan Ngantang; Desa Sumberngepoh di Kecamatan Lawang; Desa Jeru di Kecamatan Tumpang; Desa Mentaraman di Kecamatan Donomulyo; Desa Tambakrejo di Kecamatan ; Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari; Desa Bendosari di Kecamatan ; serta Desa , Gubugklakah, dan Poncokusumo di Kecamatan Poncokusumo.

Kemudian, program berikutnya yang tengah mereka godok adalah menggelar road show di kecamatan-kecamatan, pada momen perayaan HUT (hari ulang tahun) Kabupaten Malang, yang jatuh 28 November mendatang. ”Teknisnya masih kami bahas lebih lanjut. Tapi rencana awal, pada road show, selain memperkenalkan potensi wisata, juga akan digelar pagelaran budaya,” kata dia.

 

 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *