SAWAH DI DAERAH ORO-ORO OMBO KEkURANGAN AIR

orooroombo

BATU –  Petani di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu, sudah hampir sebulan kekurangan air. Padahal, Oro-Oro Ombo dekat dengan sumber Darmi, mata air yang selama ini digunakan warga Desa Tlekung dan Desa Oro-oro Ombo untuk air minum maupun pertanian.
Kekurangan air tersebut disinyalir pesatnya pembangunan di Kota Batu, baik tempat wisata maupun perumahan. Sumber yang juga digunakan PDAM inipun tak selancar dulu.

Sementara tanaman padi yang lahannya terletak lebih tinggi, masih teraliri air sumber darmi.
Selain dialirkan ke lahan pertanian disekitar Oro-oro Ombo bagian atas, air dari sumber ini juga dialirkan bagi petani di bagian bawah, dekat dengan  BNS. ”Di sini dapat jatah aliran air pagi sampai sore, sedangkan sawah sebelah bawah mendapatkan air pada malam. Kondisi ini membuat, cek cok antar petani kerap terjadi,” kata Yoyok Sugiharto, petani padi asal Desa Oro-Oro Ombo.

Menurutnya, selain tanaman padi, petani jagung serta sayur juga mengeluhkan hal sama. Mereka harus menunggu pembagian air bisa berminggu-minggu. Misal petak (lahan) pertama tanaman padi sudah dialiri saat ini, besoknya tidak dapat lagi karena harus menunggu satu minggu lagi.
Para petani menilai, kondisi ini disebabkan adanya pembangunan pipa yang tidak diketahui sumbernya, apakah milik PDAM ataupun proyek lainnya. Sehingga, air yang melimpah di atas, debit sudah sangat kecil ketika sampai ke pertanian atau perumahan warga.

Selain air sumber, petani mengandalkan aliran air hujan. Akan tetapi, mereka mulai resah karena saat ini menjelang musim kemarau. Kondisi lahan pertanian di Desa Oro-oro Ombo terus menerus mengalami penyusutan karena digunakan untuk pembangunan villa, perumahan maupun tempat wisata.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *