RAZIA JUKIR LIAR DI JALAN-JALAN KOTA BATU

JUKIR

BATU- Beberapa juru parkir (jukir) di Jalan Diponegoro, kemarin malam terpaksa lari terbirit-birit begitu mengetahui ada razia dadakan yang dilakukan petugas gabungan. Mereka kabur lantaran belum memiliki KTA maupun rompi khusus serta ijin dari Dishub, agar bisa bekerja sebagai jukir.

Imbasnya, mereka meninggalkan kendaraan-kendaraan pengunjung
Malam itu, ada jukir yang sedang mengawal pengendara yang sedang parkir di depan sebuah toko. Ada pula yang sedang duduk-duduk di pinggiran trotoar sembari menanti kendaraan menepi untuk parkir. Begitu ada mobil patroli dan penumpangnya turun berhamburan mendekati mereka, jukir tersebut langsung ngacir.
Sehari sebelumnya, razia sama juga dilakukan petugas di sepanjang areal parkir Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, Jalan Panglima Sudirman maupun di sekitar Alun-alun. Ada beberapa jukir yang belum mengantongi KTA, bahkan tidak mengenakan rompi resmi. Mereka pun pasrah saat petugas mendatangi. Beruntung  mereka hanya ditegur sekaligus dimintai keterangan siapa kordinatornya.

 

Sosialisasi persoalan parkiran itu, memang sedang gencar dilakukan petugas Dishub, polisi dan Satpol. “Ini merupakan yang kedua kalinya kami razia. Mereka kami peringatkan agar tertib,” kata Kabid Perparkiran dan Pengendalian Dishub Batu, Hariadi.
Menurutnya, jukir juga diminta untuk  memarkir kendaraan di tempat yang sudah tersedia alias tak meluber apalagi sampai memakan bahu jalan. Petugas juga meminta mereka bersikap sopan kepada siapapun utamanya pengguna jasa parkir.
“Yang belum memiliki KTA dan kelengkapan, sudah mulai mengisi surat pernyataan.  Dalam waktu dekat mereka segera diberi pembinaan,’’tambah Hariadi.

Terkait keluhan masyarakat tentang mahalnya retribusi parkir di Kota Batu, yang tidak sesuai dengan  daerah lain, Hariadi menyebut pihaknya hanya mengurus titik parkir di pinggiran jalan. Sedangkan untuk parkiran di lokasi wisata kuliner Rumah Tua Jalan Sudiro selatan Alun-Alun, bukan tanggangjawabnya karena sudah masuk dalam kategori pajak  parkir.
Di lokasi itu, tim razia ini sempat diprotes pengguna jasa parkir lantaran untuk parkir mobil dikenai Rp 5.000 bukan Rp 2000 halnya tarif parkir umumnya. ’’Ini bagaimana Pak, apa benar tarifnya sebesar itu,’’ ujar Ferdi pengguna jasa parkir dengan nada kesal.

Hariadi menjanjikan akan akan menyampaikan persoalan itu ke dinas terkait. “Karena parkiran di areal Rumah Tua bukan lingkup wilayah kami, namun demikian kami akan laporkan persoalan ini ke Dinas bersangkutan,” jawab petugas lainnya.
Permasalahan nilai retribusi parkir di Kota Batu, sudah cukup lama tak kunjung teratasi. Dishub sendiri tahun ini dibebani targer pemasukan ke PAD  Rp 570 juta, walaupun tahun sebelumnya belum ada pencapaian target.

Data yang masuk Dishub, setiap harinya setoran dari jukir di sekitar Alun-alun hanya sebesar Rp 800 ribu dari 14 titik parkir. Padahal pengguna jasa parkir di kawasan itu, kerap ditarik Rp 2000 untuk sepeda motor. Dalih jukir, yang Rp1000 untuk penitipan helm. Toh begitu nilai setoran jukir ke Dishub, tak sebanding dengan hasil yang didapat

 

 

 

Kata Kunci :

  • parkir di alun alun batu mahal
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *