PETERNAKAN SAPI PERAH DI NGAJUM

susu sapi

Kabupaten Malang Ngajum  , Mendatangi Desa Balesari tak lengkap jika tidak menikmati seteguk susu sapi murni. Sebab, di desa yang memiliki 7 dusun tersebut terdapat ratusan sapi perah yang diternak oleh warganya. Dari total 7.500 penduduk, ada 30-an peternak sapi perah. Dari peternakan sapi perah itu, perekonomian warga desanya terangkat semenjak 6 tahunan lalu.

Sebelum menjadi peternak sapi perah, warga desa banyak yang menjadi petani, peternak ayam potong, dan sapi potong. Namun, semenjak berdiri pabrik susu sapi PT Greenfields di desa tersebut, banyak warga yang beralih menjadi peternak sapi perah. Produk dari PT Greenfields ini diekspor ke sejumlah negara. ”Mulanya, peternakan sapi itu ada karena mendapat bantuan  dana dari pemerintah daerah dan kemudian bisa berkembang hingga saat ini,” tutur Ngadri, Kades Balesari.

Wasim, 50, salah satu warga yang memiliki 50 sapi perah mengaku dalam sehari mampu menghasilkan 800 liter susu. Dari itu, kemudian beberapa kerabat dan tetangganya turut membantu peternakan sapi perah miliknya. ”Kalau milik saya ini hanya 50 ekor sapi. Milik warga lain juga ada yang beternak hingga seratus lebih sapi,” tuturnya.

 

Untuk mendapatkan kualitas susu yang baik, kata Wasim, sapi diberi pakan segala rumput. Atau lebih utamanya rumput gajah dan konsentrat. Sekalipun sapi perah itu mau memakan segala jenis tanaman, tapi untuk hasil susu yang bagus, sapi perah tidak boleh diberi pakan sembarangan. ”Sapi ya mau-mau saja makan daun tebu, jagung, dan berbagai tanaman lain. Tapi kan kita lihat hasil dari susu sapinya,” ujar pria 2 anak ini.

Sedangkan untuk penyetoran susu sapi perah, warga tidak langsung mengantar ke PT Greenfields, tapi ditampung terlebih dahulu oleh petugas yang akan membawa masuk ke dalam PT Greenfields. Untuk waktu pemerahan susu sapi, Wasim menjelaskan bahwa terdapat waktu tersendiri, yakni pukul 05.00 dan pukul 15.00.

Lalu bagaimana untuk harga  penjualan? Wasim mengatakan, susu sapi perahnya dijual seharga Rp 4.500/liter. Karena itulah, dia berharap agar produksi susu sapi perah di desanya terus meningkat. Sebab, sapi perah di desanya itu rata-rata mampu menghasilkan susu hingga berusia 15 tahun. ”Jika sudah tidak lagi menghasilkan susu, ya sapinya dipotong untuk dijual dagingnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ngadri, yang pada 29 Mei lalu dilantik menjadi Kepala Desa itu berkeinginan untuk menjadikan desanya sebagai sentral peternakan sapi perah. Dia berharap agar warga desanya terus bisa meningkatkan perekonomian secara mandiri.

 

Kata Kunci :

  • peternak sapi perah desa jambuer ngajum
  • peternakan sapi perah di ngajum malang
  • sapi terbesar
  • susu sapi perah di jualnya kemana aja di mlang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *