PETERNAK KOTA BATU BUTUH PAKAN HIJAUAN

susu

BATU  Peternak Kota Batu mengalami krisis pakan hijauan seiring perkembangan yang pesat. Kekurangan pakan hijauan tersebut tentu mengancam produksi susu, salah satu potensi Kota Batu dalam pengembangan pariwisata.
Peternak yang tergabung dalam KUD Kota Batu membutuhkan lahan cukup luas, yakni sekitar 400 hektar untuk bisa memenuhi kebutuhan pakan hijauan. Padahal lahan di kota wisata tersebut semakin menyempit untuk investasi, baik objek wisata, hotel, hingga perumahan.

‘’Terus terang peternak tidak akan bisa mendapatkan kecukupan pakan hijauan kalau hanya mengandalkan lahan miliknya. Apalagi lahan di Kota Batu selama ini sudah sangat sempit untuk investasi,’’ tegas Ismail Hasan, Ketua KUD Kota Batu, Ismail Hasan Untuk memenuhi kebutuhan lahan, KUD mulai menggandeng pihak Perhutani. Masalahnya, di Kota Batu saat ini hanya Perhutani yang memiliki lahan masih sangat luas. Jika lahan Perhutani bisa dimanfaatkan untuk penanaman tananam hijau, maka pakan ternak bisa tercukupi.

Peternak, kata dia, tentu senang dengan adanya kerja sama antara KUD dan Perhutani. Mereka langsung bisa menanam aneka jenis rumput di lahan Perhutani dan segera memanennya untuk sumber pakaian ternak sapi perahnya. ‘’Peternak juga boleh menanam pohon tegakan di lahan Perhutani selain menanam rumput. Jadi mereka bisa memiliki keuntungan mengambil rumputnya, dan Perhutani mendapatkan keuntungan lahan tertanami pohon keras. Mereka nanti dilarang mengambil pohon keras,’’ tegas dia.

Susu peternak yang disalurkan melalui KUD selama ini dijual melalui dua cara. Salah satu cara, susu dijual kepada pabrik, sedangkan sebagian lagi diolah sendiri. Susu olahan itu kemudian dijual secara langsung kepada wisatawan, melalui kios yang ada di Alun-alun dan beberapa titik di Kota Batu.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *