PERTAMAX DI BURU MASYARAKAT MALANG

pertamna

MALANG Penurunan harga Pertamax dari Rp 10.300 per liter menjadi Rp 8.800 per liter berdampak pada konsumsi bahan bakar tersebut di Malang Raya. Angka konsumsi naik signifikan pasca penurunan harga 2 Januari 2015 lalu. Tercatat pasca penurunan harga, peningkatan konsumsi Pertamax mencapai 238 persen.
Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Heppy Wulansari menjelaskan, bahwa l lonjakan konsumsi ini terjadi langsung setelah penuruan harga. Hal itu menyebabkan, kini Pertamax lebih cepat habis di beberapa SPBU.

Menyikapi hal tersebut, Pertamina meminta SPBU untuk menambah penebusan Pertamax. Tujuannya, SPBU memiliki Delivery Order (DO) tambahan sebagai antisipasi agar stock Pertamax tidak terputus atau terkesan habis di SPBU.
“Kami sudah mengirimkan broadcast ke seluruh SPBU di Malang Raya untuk menambah penebusan Pertamax. Sebab, dari informasi yang masuk, beberapa SPBU sempat kehabisan Pertamax dan baru melakukan penebusan di saat stock SPBU sudah kritis, ujarnya.
Menurut dia, jika ada DO yang stand by, SPBU bisa langsung konfirmasi ke Pertamina untuk dijadwalkan pengirimannya sebelum stocknya habis. Selain dia berharap SPBU untuk menambah DO, Pertamina juga menyiapkan penambahan 6 mobil tanki dengan total kapasitas 168 Kilo liter untuk pengiriman suplai Pertamax dari Terminal BBM Surabaya Grup ke Terminal BBM Malang.

Saat ini, stock Pertamax di Terminal BBM Malang dalam kondisi aman dengan kapasitas 348 KL. Untuk pengiriman atau suplai dilakukan setiap hari dari Terminal BBM Surabaya Grup, tegas Heppy
Terhitung sejak penurunan harga Pertamax tanggal 2 Januari 2015, konsumsi Pertamax mencapai 108KL per hari. Sedangkan pada kondisi normal konsumsi hanya sekitar 32 KL per hari atau naik 238 persen. Untuk saat ini dari 78 SPBU yang ada di Malang Raya, 66 diantaranya sudah menyediakan produk Pertamax.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *