PERSIK REDAM SINGO EDAN DI GAJAYANA

ar prs

MALANG – Persik Kediri tampil percaya diri saat menjamu Arema Cronus di Stadion Gajayana, sore kemarin (28/8). Walaupun diteror oleh kehadiran belasan ribu Aremania, Macan Putih tampil digdaya, dan mengamankan satu poin dari Singo Edan setelah imbang 2-2 secara dramatis.
Persik sempat ketinggalan skor 2-1 pada menit-menit akhir. Beruntung, Fariz Aditama mencetak gol penyeimbang saat babak kedua memasuki injury time. Gol Persik lainnya dicetak oleh Ngon Mamoun di babak pertama.

Asisten pelatih Persik, Musikan tampak sumringah saat mendatangi ruang press conference usai pertandingan. Menurutnya, satu poin ini adalah hasil kerja keras seluruh pemain Persik. “Ini adalah poin yang kita dapat karena kerja keras, bukan satu dua orang, tapi seluruh anggota skuad Persik,” tegas Musikan.
Mantan pemain Persik tahun 2000-an ini mengatakan, Fariz Aditama dkk sudah menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam menghadapi tim sekelas Arema. Musikan mampu melupakan rekor mengerikan, saat dibantai 5 gol tanpa balas di putaran pertama, 6 Februari 2014.
Menurut Musikan, motivasi Ngon Mamoun dkk cukup tinggi dalam laga sore kemarin. Terutama, karena timnya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kediri. Sebagian besar suporter Persik tak bisa nonton karena laga digelar di Stadion Gajayana.

“Kami cuma berikan motivasi kepada pemain agar memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kediri. Mereka sudah tak bisa nonton kita meskipun status Persik adalah tuan rumah. Karena itu, setidaknya kita harus dapat poin, alhamdulilah sukses,” sambung Musikan.

PNS Dinas PU Kota Kediri tersebut melanjutkan, Persik mampu tampil lebih baik dari pertemuan pertama karena tanpa beban. Status tuan rumah tidak serta merta membuatnya dapat dukungan Persikmania. Ia lebih menekankan kepada pemain, agar menjadi tim penantang yang punya mental bagus.
“Kami tidak berusaha jadi tuan rumah, kami tetap jadi tim penantang, yang berusaha main lepas sepanjang pertandingan. Kami tanpa beban. Juga, kami berusaha sebisa mungkin sabar. Walaupun diserang habis-habisan, alhamdulilah bisa kami redam,” sambung Musikan.

Mantan striker terbaik Persik tahun 2003 ini pun bisa bernapas lega. Persik kembali menjaga kans untuk tetap bertahan di ISL 2014. Sekarang, Persik mengoleksi 18 poin, dari 19 kali main. Dia masih harus menghadapi satu pertandingan lagi, agar tidak terdegradasi. Yakni, lawan Gresik United pada 6 September 2014

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *