PERLOMBAN PMR DI UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

Unikama

MALANG Seorang gadis tergeletak dengan darah mengucur deras di halaman kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kemarin. Korban terjatuh dari atas pohon setinggi tiga meter.
”Cek kondisi jantung, nadi, mulut, kepala, dahi, sendi, punggung kaki, telapak kaki, suhu tubuh!” perintah Aulia Rachma, ketua tim Palang Merah Remaja (PMR) kepada rekan-rekannya. Dengan cekatan, mereka melakukan pertolongan pertama pada korban yang tulang punggungnya retak dan dalam kondisi pingsan.

Suasana genting yang menyelimuti lapangan Unikama (24/6/14) kemarin adalah bagian dari simulasi pertolongan pertama, salah satu jenis lomba dalam Ajang Latihan Keterampilan Palang Merah Remaja (Altara). Selain itu, ada belasan jenis lomba lain yang dilaksanakan hingga hari ini. Di antaranya ialah sanitasi kesehatan, peragaan siaga bencana, pendidikan remaja sebaya, creative fashion of Indonesian Culture, pemanfaatan barang bekas, mading dan poster yang seluruhnya bertema kesehatan.
“Peserta adalah anggota PMR di tingkat Madya (SMP) dan Wira (SMA). Tujuannya, untuk mengukur sejauh mana mereka kemampuan kepalang merahan mereka,” ujar Ketua Umum Korps Suka Rela (KSR) Unikama sebagai penyelenggara kegiatan, Maria Fatmawati.

Dalam acara ini, lanjutnya, ada 63 tim yang berkompetisi, terdiri dari 28 tim tingkat Madya dan 35 tim tingkat Wira. Masing-masing tim beranggotakan 10 siswa sehingga seluruhnya 630 peserta yang terlibat dalam lomba tersebut. Agenda hari ini, lanjut mahasiswi semester VI jurusan pendidikan Matematika ini, adalah lanjutan penyisihan dan akan diakhiri dengan final dan pengumuman pemenang.

Sementara itu, salah satu anggota tim juri, Peri Adisaputra, menuturkan, sejauh ini hingga pertengahan perlombaan, masih belum ada tim yang mendominasi.
“Masing-masing tim nyaris sama kuatnya. Padahal materi yang disimulasikan tergolong sulit. Namun semua aspek penilaian di antaranya ialah memastikan respon korban, memastikan jalan nafas terbuka, denyut nadi, dan pemeriksaan fisik,” jelas Peri.
Yang perlu masih belum maksimal dan menjadi catatan penting bagi tim, adalah bagaimana penanganan  sesuai prioritas dan dengan alat yang tepat. Hal ini, menurut Peri, juga menjadi perhatian bagi pelatih PMR di setiap sekolah.

 

 

 

Kata Kunci :

  • INFO LOMBA PMR WIRA 2016
  • info lomba pmr 2016
  • info lomba pmr madya 2016
  • lomba pmr wira 2016
  • lomba pmr 2015
  • lomba pmr wira 2016 Jawa Timur
  • lomba pmr terbaru 2016
  • lomba altara 2016
  • info lomba pmr tahun 2016
  • info lomba PMR madya terbaru
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *