PERJALANAN MENUJU MALADEWA SANGAT MELELAHKAN BAGI TIM AREMA

are

Rombongan tim Arema Indonesia mengalami rasa letih yang luar biasa dalam perjalanannya menuju Maladewa. Hampir selama 20 jam, rombongan yang diikuti Presiden Kehormatan Arema H Rendra Kresna itu untuk menuju Negara Surga, sebutan Maladewa.
Juan Revi Auriqto dkk harus bangun pukul 03.00 WIB dini hari kemarin (16/3) untuk berangkat ke Sidoarjo. Arema harus mengejar pesawat terpagi dari Bandara Juanda Sidoarjo, menuju Bandara Sukarno-Hatta, Tangerang. Jauh sebelum salat subuh didengungkan, Arema berangkat dari mess Arema Jalan Buring, menuju Bandara Juanda.
Dengan memperhitungkan loading barang dan peralatan Arema ke bagasi, pemberangkatan pukul 03.00 WIB adalah pemberangkatan paling ideal. Sekitar pukul 05.00 WIB, Arema tiba di Bandara Juanda. Lalu, pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi oleh Arema, berangkat ke Bandara Sukarno Hatta pukul 06.30 WIB. Arema tiba di Bandara-Sukarno Hatta sekitar pukul 08.05 WIB.
“Kita sampai jam delapan pagi di Jakarta dan pesawat pukul 09.30 WIB ke Malaysia,” terang Pelatih Arema, Suharno kepada Malang Post pagi kemarin.
Setelah menunggu selama kurang lebih satu jam, rombongan Arema lalu menaiki pesawat menuju Kuala Lumpur International Airport, yang merupakan kota transit sebelum sampai di Maladewa.
Arema berganti pesawat di Jakarta. Tim pujaan Aremania itu menaiki Malaysia Airlines dari Sukarno-Hatta menuju KLIA. Arema mengudara bersama Malaysia Airlines kurang lebih dua setengah jam. Ahmad Bustomi dkk tiba di Malaysia sekitar pukul 12.00 WIB atau sekitar pukul 13.00 waktu Malaysia.
Sayangnya, Arema tidak bisa buru-buru langsung ke Male, ibukota Maladewa, homebase Maziya Sports. Sebab, jadwal pesawat Malaysia Airlines menuju Maladewa adalah pukul 20.00 WIB atau pukul 21.00 waktu Malaysia. Arema harus nongkrong di Kuala Lumpur selama delapan jam sebelum bisa berangkat ke kepulauan surga ini.
Malam kemarin, Malaysia Airlines mengantar Arema menuju Maladewa dengan memakan waktu tak kurang dari empat setengah jam. Gustavo Lopez didera rasa letih luar biasa karena baru sampai di Maladewa pukul 24.00 WIB, atau pukul 22.00 waktu Maladewa. Perbedaan waktu antara Indonesia dan Maladewa adalah dua jam. Maladewa dua jam lebih lambat dari Indonesia.
Praktis, Arema memakan waktu 20 jam untuk sampai di bandara Maladewa. Tapi, Arema tak bisa langsung merasakan tempat tidur. Sebab, Arema masih harus menaiki perahu menuju hotel tempat menginap selama tur Maladewa. Hotel tim berada di pulau yang berbeda dengan bandara internasional Maladewa.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *