PENANGGANAN BANK SAMPAH BANYAK MELIBATKAN IBU-IBU

sampah

Program Bank Sampah di Kota Malang mendapat apresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain mengurangi emisi karbon, langkah tersebut menjadi wadah optimalisasi peran perempuan.

Hal itu disampaikan Eka Purwianti, Kepala Bidang Advokasi dan Fasilitasi Gender, SDA (sumber daya alam) dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak saat menghadiri reuni SMPN 2 Kota Malang, kemarin (2/8). ”Ini sesuai dengan program perlindungan terhadap perempuan dari kesenjangan kesetaraan dan kesejahteraan gencar kami lakukan,” ujar perempuan asli Malang itu.

Sebab, lanjut alumnus SMPN 2 Kota Malang tersebut, penanganan Bank Sampah banyak melibatkan ibu-ibu. Terutama dengan memberikan pelatihan tentang daur ulang sampah kepada mereka.

Bahkan menurut Eka, ibu-ibu di Kota Malang memiliki peluang besar untuk diberdayakan. Salah satunya di bidang kuliner. ”Wisata kuliner Malang ini sangat unik. Sebaiknya, ibu-ibu diberi pelatihan tentang inovasi menu dengan menggunakan bahan lokal asli Malang, sehingga kuliner kota ini lebih maju,”

Eka menambahkan, pihaknya terus mendorong program kesetaraan gender sesuai dengan UU No 9 Tahun 2000 tentang implementasi Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Yakni penyediaan data terpilah antara laki-laki dan perempuan guna mengurangi kesenjangan gender. ”Target lima tahun ke depan, semua instansi kabupaten dan kota seperti di Malang ini sudah melaksanakannya,” kata dia.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Ciput ini juga menjabarkan beberapa isu nasional seputar The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) yang merupakan penghapusan segala diskriminasi untuk perempuan. Kebijakan itu menurutnya sudah ada sejak 1979 silam, tapi baru diratifikasi di Indonesia menjadi UUD No.7 pada tahun 1984. ”Jadi, sebenarnya Indonesia ini sudah lama mengadopsi tentang kesetaraan gender. Banyak orang bilang perempuan minta diperlakukan sama karena ingin enaknya, padahal ketika disamaratakan, beban perempuan justru jauh lebih berat karena harus mengurus publik sekaligus keluarga,” tandas dia.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *