PEMUSNAHAN MIRAS DI DEPAN BALAI KOTA MALANG

kota malang

MALANG Pemkot Malang menunjukkan gaungnya dalam menentang peredaran minuman keras (Miras) di Kota Malang tanpa izin. Kemarin (9/3/15), ribuan botol Miras berbagai golongan dan merek, dimusnahkan di halaman Balaikota Malang. Pemusnahan ini dilakukan dalam upaya mewujudkan visi Kota Malang Bermartabat.
Pemusnahan dimulai sekitar pukul 8.30 WIB, usai apel pagi Pemkot Malang. Pemusnahan ini dimulai dengan pemecahan botol Miras secara simbolik oleh Walikota Malang HM Anton, bersama dengan instansi dan pejabat terkait seperti Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Gunawan Wijaya, Kepala BNN Kota Malang, AKBP Hennry Budiman dan sejumlah petinggi instansi lain.

Ada 5.110 botol Miras berbagai jenis yang dimusnahkan kemarin. Seluruhnya, merupakan barang sitaan dari aparat keamanan, jajaran Polres maupun Polsek di Kota Malang. “Kami sangat mendukung pemusnahan miras ini, karena pada dasarnya Miras ini terlarang,” kata Walikota Malang, HM Anton, saat ditemui di Balaikota Malang.
Berbagai jenis minuman keras tersebut adalah Arak Jowo, Vodka, Guiness Mansion, Bir bintang, Bintang Kuntul, Topi Miring, Anggur Kolesom, dan banyak lagi. Terbanyak, adalah jenis Arak Jowo sebanyak 727 botol dan 697 botol jenis Bir Bintang. Hasil penyitaan ribuan barang tersebut, terjaring 38 pelaku Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
“Ini imbauan masyarakat, untuk hati-hati. Hati-hati memakainya, juga hati-hati dalam menjualnya. Karena, di Malang ada Perda yang mengatur peredaran ini. Tapi kita belum puas semuanya, masih banyak penjual yang berkeliaran. Razia ini nanti akan kita lakukan terus menerus,” tandasnya.

Senada, Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata membenarkan kalau masih banyak penjualan yang masih berkeliaran.  Menurutnya, pemusnahan ribuan botol Miras ini belum bisa dijadikan bukti Kota Malang bebas miras. Sebab, para penjual Miras tak berizin masih terus melakukan transaksi.
“Yang masuk kategori razia kami lakukan penyitaan penjualan Miras tanpa izin. Memang tetap akan ada yang kucing-kucingan,” katanya. “Karena itu razia akan terus menerus kita lakukan,” tambah mantan Kapolres Lumajang itu.
Singgamata menambahkan, tugas polisi setelah ini justru lebih berat. Para penjual miras diprediksi bakal lebih berhati-hati dalam menjajakan dagangannya. “Setelah ini mungkin mereka bakal sembunyi-sembunyi. Tapi terus kami lakukan penertiban itu,” urainya.

Penentangan keras terhadap Miras ini turut mendapat dukungan dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Malang, Dr KH Isroqun Najah. Dia mengaku bangga akan kinerja pejabat dan aparat penegak hukum di Kota Malang. “Dari para ulama jelas memberi apresiasi positif. Saya kira ini bisa jadi efek jera agar tidak diulang lagi,” pungkasnya. 
Perlu diketahui, ribuan barang sitaan yang dimusnakan kemarin (9/3/15), merupakan barang hasil sitaan Polres Malang Kota beserta Polsek jajarannya, sejak 2014 lalu 

 

 

Kata Kunci :

  • cara membuat bintang kuntul
  • dp bbm bir bintang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *