PEMBIKINAN UKIRAN DI DUSUN RANDU AGUNG SINGOSARI

Jpeg

SINGOSARI  (07/12)  kali ini tim Blusukan berada di dusun Randu Agung  menggenal akan pembikinan ukiran dari bahan kayu yakni Pak To (36 thn).Ia sudah menekuni pembikinan ukiran kayu sejak usia remaja karena di lingkungan keluarganya terutama dari sang Ayah dalah pegukir kayu.

“Awalnya saya ini tertarik dengan ukiran sejak masih kecil mas kan bapak saya seorang tukang kayu dari Dia saya belajar.Seingat saya pertama kali dari sisa-sisa limbah kayu yang ada di rumah kan banyak mas,saya gambar deh motifnya sesudah itu saya coba ukir pelan-pelan saya masih ingat waktu itu saya masih SMP mas.” Jelas Pak To ke pada tim Blusukan saat ditanya kapan mulai mengeluti ukiran kayu.

Untuk ukiran yang agak rumit pak To bisa memakan waktu hingga satu minggu. ini juga tergantung dari jenis kayu yang di ukir kalau jenis kayu biasa yakni jenis kayu Sono dan Mahoni mungkin bisa sampai 4 hari penggerjaanya.

Lain lagi kalau jenis kayu berat dan kuat seperti kamper dan sejenisnya bisa sampai satu minggu dalam hal pengukiran pintu bolk balik atu depan belakang jenis dua pintu atau kukup tarung.

Untuk motif ukiran sendiri biasanya pemesan sudah ada motif yang ingin dikerjakan oleh Pak To mulai dari motif Bunga sampai ukiran jenis naga dan batik yang diukir sendiri bermacam-macm dari Dipan Almari Pintu, Pigura dan semua yang berbahan kayu Dia bisa menggerjaknya

Dalam hal pengerjaanya sendiri Pak To juga mngerjaknya dalam bentuk borongan tarif yang dikenakan pun berfariasi yakni Rp.700.000 sampai Rp.3.000.000  Pak To berkerja sendiri menurutnya saat ini dia belum bisa nambah orang untuk membantunya karen oerderan juga belum begitu banyak semua di kerjakan dirumahnya sendiri.

Kata Kunci :

  • tukang ukir kayu hot
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *