PELEMPARAN BUS AREMA SAAT DI KARAWANG MASUK DI KOMDIS

pssi

Insiden penyerangan bus tim Arema Cronus di Karawang sudah menjadi perhatian khusus PSSI. Setelah sempat beredar surat palsu sanksi kepada Bobotoh Viking yang diduga jadi dalang pelemparan molotov dan penyerangan bus Arema, kali ini Komdis PSSI benar-benar akan membuat langkah.
Komdis pimpinan Hinca Panjaitan sudah melakukan langkah awal investigasi untuk mempelajari kasus pelemparan batu dan bom molotov ke arah bus Singo Edan seusai pertandingan lawan Persita Tangerang. Namun demikian, langkah ini dilakukan bukan karena laporan Arema. Sebab manajemen sama sekali tidak melaporkan kasus ini kepada komdis secara resmi.
Meski demikian, General Manager Arema, Ruddy Widodo menerangkan PSSI punya aturan dan regulasi tersendiri soal penyerangan yang dialami Arema. Regulasi itu adalah kewajiban panpel tuan rumah untuk mengawal dan menjamin keamanan serta keselamatan tim tamu dalam perjalanan dari hotel ke stadion, dan dari stadion ke hotel penginapan.
“Ya berarti regulasi yang dipakai Komdis mungkin soal panpel tuan rumah yang tak mampu menunaikan kewajibannya menjaga keselamatan dan keamanan tim tamu dalam perjalanan menuju stadion dan kembali pulang ke tempat penginapan,” terang Ruddy seperti dikutip dari Malang Post.

Sementara Sekjen PSSI, Joko Driyono mengaku Komdis PSSI sedang mempelajari kasus tersebut.
“Sudah ada laporan soal pelemparan bus Arema, PSSI dan Liga sudah tahu soal itu. Dan sekarang sedang dipelajari oleh Komdis,” jelas Joko saat dikonfirmasi. (mia/adi)

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *