PELATIHAN PIJAT BAGI TUNA NETRA

Tuna netra

PAKIS- Program untuk memberikan ketrampilan sekaligus pemberdayaan penyandang disabilitas, kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Melalui Dinsos, yang memberikan pelatihan pijat refleksi terhadap 30 orang penyandang disabilitas tuna netra di UPTD Balai Latihan Dinsos di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis kemarin. Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Sri Wahjuni Pudji Lestari mengatakan, pihaknya rutin mengadakan pelatihan tersebut tiap tahunnya.

 

Kali ini kami bekerjasama dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pelatihan tersebut. Pelatihan itu sendiri berlangsung selama tiga hari,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Dirjen Sosial pusat Jakarta terkait pembinaan sosial kemasyarakatan. Salah satunya yang diimplementasikan melalui pelatihan pijat refleksi tersebut. Sedangkan tahun ini, pelatihan memang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas tuna netra.
“Seperti tahun 2013 kemarin, kami memberikan pelatihan menjahit terhadap penyandang disabilitas yang tidak mempunyai kaki. Sedangkan tahun ini, kami memberikan pelatihan pijat terhadap penyandang disabilitas tuna netra,” bebernya.  Menurut dia, seluruh peserta pelatihan mayoritas memang sudah mempunyai keahlian memijat refleksi. Melalui pelatihan ini, mereka akan ditingkatkan keahlian memijat.

Pijat refleksi dinilai sangat cocok untuk memberikan ketrampilan terhadap para penyandang cacat untuk bisa membuka lapangan kerja, lantaran permintaanya sangat banyak.
“Melalui kegiatan ini, kami harapkan keahlian mereka memijat refleksi semakin meningkat. Sehingga mereka bisa tetap bekerja, meski ditengah keterbatasan yang dimiliki,” terang wanita berkacamata ini. Selanjutnya, wanita yang akrab disapa Yayuk ini mengharapkan mereka semakin mandiri dan bisa menghidupi keluarganya. Setelah 30 peserta penyandang disabilitas tuna netra lulus pelatihan, maka Dinsos Kabupaten Malang bakal memberikan bantuan modal masing-masing Rp 1 juta.

“Bantuan modal tersebut, dipergunakan untuk memberi perlengkapan pendukung usaha mereka seperti balsam, minyak urut dan sebagainya,” katanya. Selain itu, bantuan permodalan tersebut bisa dipergunakan untuk mengembangkan usaha mereka. Salah satunya yakni pembuatan obat-obatan herbal, yang diproduksi sendiri oleh para penyandang disabilitas tuna netra tersebut. Sementara itu, Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Malang Suriono mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para penyandang tuna netra.

 

Kata Kunci :

  • alamat pelatihan tuna netra malang
  • pelatihan pijat tuna netra
  • pijat tuna netra jakarta
  • pijat tuna netra malang
  • sekolah pijat tuna netra malang
  • sekolah pijat tunanetra jakarta
Suka blusukan

1 Comment

  1. pijat 24 jam jakarta

    April 2, 2015 at 4:46 pm

    Untuk layanan Pijat & SPA Jakarta Panggilan 24-Jam Setiap Hari ke rumah, kos, hotel dan apartemen, Pijat Panggilan 24 Jam Jakarta – Booking: 0812-1243-4477, 0878-839-31659, Pin BB 73CC72D6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *