PEDAGANG PASAR MINGGU / TUGU URUNG BALIK KUCING

tugu

MALANG – Ancaman para pedagang Pasar Tugu untuk ‘balik kucing’ ke ruas Jalan Semeru, Minggu (20/4) kemarin, tak terbukti. Seperti pekan-pekan sebelumnya pasca pedagang direlokasi ke area luar Stadion Gajayana, sepanjang Jalan Semeru masih bisa digunakan untuk hilir mudik kendaraan dan para pejalan kaki yang melintas.
Meski sebagian bahu jalan dipakai untuk lahan parkir, namun sama sekali tak menghalangi arus lalu lintas kawasan setempat. Tak satupun pedagang berani berjualan di ruas jalan yang cukup padat pagi kemarin.
Ketatnya pengawasan petugas yang berjaga di tiap-tiap akses masuk menuju Jalan Semeru dan Jalan Tenes diyakini cukup ampuh menghalau pedagang yang berniat membandel. “Sesuai instruksi dan sudah berjalan selama hampir satu bulan terakhir, kami berjaga mulai lepas subuh sampai aktivitas pasar berakhir. Semuanya tetap lancar,” ungkap Kabid Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Malang, Andang Roosdianto.
Hanya saja, dari pantauan Malang Post, petugas masih kesulitan membendung banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang masih ‘berkeliaran’ di kawasan Jalan Semeru dan Tenes. Sebagian yang kena semprit, memilih menjajakan dagangannya sampai ke Jalan Merapi dan Jalan Welirang. “Memang agak kewalahan menertibkan PKL yang mencoba masuk. Tapi kami tetap bertindak tegas,” lanjut Andang kepada Malang Post, pagi kemarin.
Sebelumnya, lantaran merasa terus merugi selama delapan pekan berjualan di area luar Stadion Gajayana, ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Wisata Belanja Tugu ancang-ancang keluar dari lokasi legal berjualan mereka setiap akhir pekan. Mereka cemas jika tetap bertahan di komplek stadion, malah akan bangkrut karena sepi pengunjung.
Mengenai batal kembalinya para pedagang ke Jalan Semeru, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wisata Belanja Tugu, Dimyati Suheru mengaku pihaknya sudah berkompromi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). “Ibu Kepala Disbudpar telah berjanji akan menyampaikan keluhan kami kepada Bapak Walikota. Jadi, teman-teman semua masih bersedia bersabar,” bebernya.
Merasa sudah ada jaminan yang kabarnya dilontarkan pada Jumat (18/4) malam, ratusan pedagang akhirnya mengurungkan niat untuk ‘menduduki’ kembali Jalan Semeru yang sudah mereka tinggalkan dua bulan belakangan. “Kami masih akan menunggu solusi terbaik dari Pemkot Malang. Prinsipnya, kami semua tidak susah diatur kok. Kami akan ikuti semua kebijakan dan hanya berharap yang terbaik buat semua,” tandas Dimyati.

Kata Kunci :

  • cara berjualan di pasar minggu malang
  • pasar minggu malang 2016
  • cara daftar jualan di pasar tugu malanh
  • cara jualan di pasar minggu mLang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *