PASOKAN GAS ELPIJI 3 KG AMAN

elpiji

MALANG  Kenaikan harga elpiji 12 kilogram atau nonsubsidi membuka peluang pengguna elpiji melakukan migrasi ke elpiji tiga kilogram hingga aksi penimbunan. Meski begitu, Pertamina memiliki jurus jitu untuk meminimalisasi kemungkinan tersebut.

Salah satu pengusaha penyalur elpiji, Rizal Pahlevi menuturkan, konsumsi elpiji tiga kilogram tak bisa naik. ”Sama regulator sudah dikunci. Alokasi segitu ya tidak bisa nambah lagi. Agen sudah diingatkan untuk tidak melayani pembeli baru,” kata Rizal, kemarin sore.

Bos PT Kharisma Malang Permai itu menuturkan, para agen juga tidak melakukan penambahan stok untuk elpiji 3 kilogram. ”Sudah dijatah. Misalnya agen mendapat alokasi satu truk, ya sudah satu truk itu jatahnya. Tidak boleh menambah lagi,” tambah dia.

Di awal kenaikan harga, seperti biasanya, akan ada penurunan konsumsi. Pria yang juga mantan ketua DPC Hiswana Migas Malang itu menuturkan, penurunan bisa mencapai 60 persen. ”Sama seperti BBM, ketika mau naik, masyarakat berbondong memborong. Nanti setelah habis, kan mereka membeli lagi. Terasanya baru sebulan mendatang. Saat ini elpiji 12 kg masyarakat masih penuh karena mereka baru saja melakukan pembelian,” tandas dia.

Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Heppy Wulansari menyebutkan, pascakenaikan 2 Januari lalu, pasokan elpiji di wilayah Malang Raya terpantau aman. Baik untuk elpiji 12 kilogram maupun 3 kilogram. Untuk elpiji tiga kilogram, konsumsi Malang Raya 9.148 metrik ton per bulan.

”Kami melakukan pasokan setiap hari dikirim dalam volume normal dan tidak ada pengurangan alokasi elpiji 3 kilogram ke pangkalan atau agen. Kemungkinan migrasi sendiri juga cukup kecil ya. Karena berdasar data kami, konsumsi elpiji 12 kilogram hanya 10 persen dari konsumsi elpiji 3 kilogram,” papar dia.

Perempuan asal Turen, Kabupaten Malang itu mengimbau masyarakat tak perlu khawatir tentang pasokan elpiji. Sebab, di wilayah MOR V, tahun ini pasokan elpiji 3 kilogram mengalami kenaikan hingga 8 persen dari kuota tahun sebelumnya. ”Justru jika kami memberikan pasokan elpiji 3 kilogram berlebihan di pasaran, ini akan memberi peluang bagi oknum pengoplos maupun spekulan,” tandas dia.

Terpisah, Sales Executive LPG Rayon VI MOR V Pertamina Wira Pramarta menuturkan, untuk konsumsi elpiji 12 kilogram di Malang dan Kota Batu, setiap harinya bisa menghabiskan 3.500 tabung. Dia tidak mau berandai-andai tentang kemungkinan penurunan atau kenaikan konsumsi. ”Awal Februari kami baru akan melakukan evaluasi,” jelas dia.

Pertamina juga memberi imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai jika ada indikasi pengoplosan elpiji bisa segera melaporkan ke Pertamina atau kepolisian. Sebab, pengoplosan rawan bahaya kebakaran yang tentunya juga membahayakan masyarakat di sekitarnya. ”Jika memang terjadi kelangkaan, kami juga siap melakukan operasi pasar secara selektif,” tandas Heppy.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *