MUSISI MALANG BERSATU (MMB) ADALAH WADAH BAGI MUSISI MALANG

malang

MALANG  Sejarah kadang tak selalu ramah. Sejarah Indonesia misalnya, harus berdarah-darah untuk mencapai kemerdekaan. Meski tanpa pertumpahan darah, kiranya rasa senasib sepenanggungan para insan musik Malang yang mengilhami terbentuknya Musisi Malang Bersatu (MMB). Di Ramadan Juli-Agustus 2014 silam, insan musik terusik dengan adanya larangan dan sweeping yang dilakukan oleh salah satu ormas Islam yang mengatasnamakan pengurus-pengurus takmir masjid. Mereka melarang kegiatan bermusik dilakukan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta di area pasar takjil yang bertahun-tahun menjadi jujukan warga Malang Raya untukngabuburit menjelang buka puasa. ”Mereka mengganggap musik mengganggu ketertiban dan kekhusukan beribadah,” ungkap salah satu pengurus MMB Muhammad Faizal.

Padahal di salah satu titik Jalan Soekarno-Hatta, para musisi Malang menggelar panggung terbuka untuk penggalangan dana dan amal jariyah yang akan disumbangkan ke panti asuhan dan kaum duafa. ”Saat itu tahun ke-10, kami berharap berjalan lancar, tetapi ternyata ada larangan tersebut. Sehingga, kegiatan tidak berjalan dengan lancar,” jelas pengelola Studio Antz Music tersebut. Dalam satu bulan, panggung terbuka itu dapat mengumpulkan dana hingga puluhan juta. Namun, akibat larangan dan sweeping tersebut, mereka hanya mengumpulkan dana Rp 6,5 juta saja. ”Tidak ada pembelaan dari pemerintah. Bahkan, mereka saat itu cenderung mendukung ormas tersebut,” jelas Faizal –sapaan akrabnya.

Alasan yang dikemukakan anggota dinas pariwisata yang ditemui waktu itu justru meminta para musisi menghormati keinginan ormas tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Resah, beberapa musisi berkumpul dan berdialog mencari solusi. Mereka membutuhkan wadah yang terbuka dan bisa menampung aspirasi para musisi. ”MMB sebenarnya bukan sebuah komunitas, tetapi lebih bermakna sebagai wadah para komunitas, khususnya di Malang,” tegas Faizal. Karena fokus utama adalah dunia musik, tentunya yang dimaksud di sini yakni para komunitas yang bergiat di dunia musik. MBB bertujuan untuk menyatukan para komunitas musik maupun para musisi dalam memajukan Kota Malang melalui seni musik. Namun, yang perlu digarisbawahi, lanjut Faizal, meski MMB sebagai wadah pemersatu komunitas, MMB tidak ikut campur urusan intern komunitas-komunitas tersebut.MMB akan tetap menjaga dan menghargai apapun aliran atau genre musik dari masing-masing anggota. ”Bermusik bisa di mana saja. Tetapi dengan semangat arek Malang, kami harus menunjukkan kelas di kancah nasional, bahkan internasional,” jelas dia.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *