MENGGENAL LEBIH DEKAT PENCARI PASIR SUNGAI BRANTAS

Jpeg

MALANG (29/01) Pertambangan pasir di kota Malang banyak sekali yang dilakukan di sepanjang aliran sungai Brantas. Hal sudah lama sekali sejak tahun 1970 di daerah Lowokwaru belakang pabrik es para pencari pasir di daerah ini sampai turun temurun. Hal ini yang juga dilakukan oleh bapak Roffi’i (41 tahun) untuk mencari nafkah dengan cara berendam setiap hari guna mengaruk pasir di sungai brantas ini.

“Saya mencari pasir ini mengikuti orang tua saya dulu mas ya,sehari-harinya setiap jam 09.00 WIB sampai jam 15.00 WIB saya berendm mencari pasir di sungai ini”. Jelas bapak tiga orang anak ini kepada tim Blusukan saat ditanya soal mulai strat menceburkan diri ke dalam sungai.

Sehari pasir yang di peroleh kalau pasirnya bagus bisa sampai satu Pik-up penuh. Pasir yang dikeruk dari dasar sungai dinaikan dulu menggunakan kranjang bambu dengan bantuan Ban dalam truk yang di pompa sebagai alat untuk menaruk kranjang berisi pasir diatasnya lalu di dorong ketepian sungai .Mencari pasir memang haru ketengah sungai karena pasir yang bagus biasanya ada di tengah-tengah sungai.

Lain hal dengan Pak Ri (50 tahun) bapak yang dulunya bekerja sebagai pedagang Bakso keliling ini memutuskan untuk mencari pasir sungai brantas ini sejak 10 tahun yang lalu krena menurutnya beliau tidak perlu menggunakan modal uang untuk melakukan aktifitanya ini. “Jualan bakso banyak saingannya mas belum lagi modal harus ada jualan kalau sepi baksonya jadi rugi ,terus saya harus keliling,mending cari pasir saja disatu tempat pasirnya ngak habis-habis kalu banjir datang pasirnya datang lagi.” kata pak Ri kepada tim Blusukan saat ditanya kenapa pindah profesi.

Untuk satu Gledek kecil pengangkut pasir ini mereka menjual nya dengan harga Rp.25.000 – Rp.40.000 tergantung dari jarak dari tambang pasir sungai brantas ini ,karena mereka akan mengantar sendiri langsung kerumah si pemesan. Kalau pesan banyak biasanya mereka sudah berkerjasama sama pemilik Pik up untuk mengantarnya.

Di wilayah sini saja Lowokwaru yang bekerja sebagai pencari pasir menvapai 7 orang. mereka umumnya menyisihkan dulu pasir-pasirnya di tepian sungai sekalian juga di jemur. supaya mudah dan tidak berat waktu dinaikan lagi ketas sungai karena pasir-pasir ini mengandung banyak sekali air sungai .Menurut mereka yang jadi ngak enak waktu banjir datang menerjang pasir-pasir mereka yang sudah di kumpulkan banyak d pinggir sungai tiba-tiba jadi hilang di terjang banjir.Semuanya itu mereka syukuri karena mereka hidup juga dari banjir yang membawa pasir sungai.

 

 

Kata Kunci :

  • cara supaya aliran sungai berisi pasir
  • dp bbm pencari pasir
  • dp bbm tambang pasir
  • pasir sungai berantas malang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *