MENGGENAL KECERDASAN ANAK MULAI DINI

CIMG8762

Memiliki anak dengan kecerdasan multitalenta menjadi impian setiap orang tua. Tak cukup memenuhi kebutuhan gizi dan stimulasi optimal dari lingkungan, pembentukan kecerdasan dibentuk dari 1.000 hari pertama kehidupannya.

“Anak multitalenta merupakan salah satu ciri penting kriteria generasi platinum. Untuk mempersiapkannya, harus dimulai sejak hari pertama kehidupan anak hingga 1.000 hari berikutnya,” kata Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby Kalbe Nutritionals, Helly Oktaviana, di sela acara seminar Morinaga di Surabaya, Sabtu, 21 Februari 2015.

Selama periode itulah berbagai stimulasi yang diberikan orang tua akan mempengaruhi kecerdasan anak. Helly menyebutkan, terdapat tiga rentang periode yang menandai titik kritis dalam masa-masa awal kehidupan anak.

Periode pertama adalah masa di dalam janin sepanjang kurang-lebih 280 hari. Selama itu, organ utama manusia seperti otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, mata, hidung, dan telinga terbentuk.

Periode kedua adalah masa anak dilahirkan sampai usia 6 bulan pertama. “Ini menjadi ‘pintu’ yang membuka dunia luar kepada anak yang telah lahir,” ujar dia.

Periode terakhir adalah usia 6 bulan hingga 2 tahun. Membutuhkan waktu 540 hari, semua organ tubuh anak akan berfungsi melalui proses integrasi satu sama lain untuk membentuk kesehatan dan kemampuan tumbuh-kembang anak. Di masa ini terjadi pembentukan struktur sirkuit otak.

Pada usia 2 tahun, struktur otak anak telah mencapai 80 persen struktur otak orang dewasa. Di masa inilah seharusnya anak memiliki bekal kemampuan fisik, komunikasi verbal, kompetensi sosial, dan pembelajaran norma perilaku benar dan salah. Ini menjadi masa yang tepat bagi orang tua untuk menerapkan pola asuh dan memberikan stimulasi dari luar, termasuk nutrisi.

Ketua Divisi Tumbuh-Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr dr Ahmad Suryawan, Sp(A)K mengatakan pembentukan anak cerdas harus dilakukan sejak dalam kandungan hingga 1.000 hari kehidupannya. Hampir seluruh negara di dunia gencar memprioritaskan 1.000 hari pertama itu di bawah inisiasi WHO dan UNICEF dalam kurun 5 tahun terakhir. “Indonesia sejak 2012, secara resmi berperan aktif memprioritaskan program 1.000 hari pertama kehidupan,” kata dia.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *