MENGENAL SEDIKIT SISI LEWAT GOLF

golf malang

MALANG, Salah satu anggota komunitas golf mania ini ada nama yang sempat kondang di sepak bola Malang. Dia adalah Didiet Poernawan Affandy. Maklum, dia pernah menjadi CEO Persema. Di samping itu, dia kini berprofesi sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB). Bermain golf bagi Didiet sudah menjadi agenda rutin setiap minggu. Namun bukan murni golf yang dia harapkan. Tapi pria kelahiran 30 Desember 1965 ini, menjadikan golf sebagai wahana menyampaikan pemikiran-pemikiran dari akademisi kepada pemerintah. Karena di lapangan golf, pria yang biasa disapa Didiet ini dengan mudah bersosialisasi dengan pejabat pemerintah yang hobi golf.

Praktis, momen dan kesempatan ini digunakan Didiet untuk menyampaikan uneg-uneg masyarakat dari hasil penelitiannya di lapangan tentang kebijakan publik. Karena kebijakan publik ini menjadi spesialis dosen FEB UB ini. ”Kalau menyampaikan ide atau saran di sini (lapangan golf, red) lebih santai dan nyaman. Karena sama-sama dalam kondisi refreshing,”

Hal ini dinilai lebih efektif dibandingkan mendatangi langsung ke kantornya. Sebab di lapangan golf ini, tidak membutuhkan birokrasi superribet seperti di lembaga pemerintahan. ”Sambil bercanda saja waktu nyampaikan ide atau gagasan atas kebijakan publik,” ucap mantan CEO Persema itu.

Dia mencontohkan, dalam hal pembangunan pasar sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat misalnya. Sebelum diputuskan dibangun, perlu ditinjau dari sektor ekonomi atau tidak. Karena selama ini hanya dilihat dari segi tata ruang kota dan potensi sehingga menimbulkan kemacetan. ”Kok tidak pernah ada kajian seberapa signifikan adanya pembangunan sebuah pasar terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Karena apa gunanya banyak dibangun pasar, termasuk mal, jika tidak berkontribusi signifikan pada pendapatan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Yang ada malah potensi kemacetan dan jika sudah macet, kegiatan perekonomian masyarakat pasti terganggu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, di kampus Didiet juga selalu menyampaikan pentingnya olahraga golf kepada mahasiswanya. Karena mahasiswa dinilai juga penting mengenal golf. ”Karena di sini (lapangan golf, red) tempat berkumpulnya berbagai komunitas profesi. Jadi sangat cocok buat mahasiswa untuk bersosialisasi,” tandas pria 49 tahun itu.

Lebih lanjut, saat ini golf dinilai bukan olahraganya orang kelas tertentu. Karena peralatan golf dinilai sudah ada yang terjangkau harganya. ”Pokoknya ada yang cocok dengan kantong mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak perlu takut untuk mencoba olahraga ini,” terangnya.

Alasan ini yang membuat Didiet sering menghabiskan waktu di lapangan golf usai melakukan aktivitas di kampus. Seperti yang dia lakukan dengan anggota komunitas golf mania  yaitu M. Jai dan Situngkir. ”Ya sekalian refreshing usai menjalankan tugas di kampus. Tidak perlu lama-lama, cukup satu atau satu jam setengah saja latihannya,” ungkap pria yang mengaku jadi dosen sejak 1990 itu.

Hal yang sama juga dilakukan Situngkir dan M. Jai, anggota komunitas golf mania. Menurutnya, mereka juga sering melakukan olahraga golf di sore hari. ”Cuacanya sangat mendukung. Jadi enak kalau untuk melatih akurasi pukulan. Apalagi sebentar lagi ada turnamen di sini, sekalian latihan untuk menghadapi turnamen nanti,” imbuh Situngkir.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *