MARAKNYA IKAN FORMALIN

formalin ikan

Di saat semangat-semangatnya menyosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Pemkab Malang tidak lupa mengajak masyarakat Kabupaten Malang untuk mewaspadai ikan berformalin. Pasalnya, di zaman modern saat ini, berbagai jenis makanan utamanya yang berasal dari ikan sering disuguhkan sebagai makanan siap saji. Makanan ini dikemas dalam berbagai bentuk dan warna yang menarik.
Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang merilis, hasil investigasi dan pengujian laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) di Jakarta, menemukan sejumlah produk pangan yang berasal dari perikanan memakai formalin sebagai bahan pengawet. Karenanya, DKP mengajak masyarakat untuk lebih ekstra waspada.
Misalnya, pada ikan asin sotong, ikan asin sange belah, ikan cucut daging super, ikan sepat kering, ikan tipis tawar kering, ikan teri, ikan cumi kering, cumi tawar dan ikan asin jambal roti. Sedangkan untuk ikan segar diketahui pemakaian formalin pada sejumlah ikan air tawar dan ikan laut. Hasil pemindangan ditemukan pada pindangan ikan tongkol dan benggol.
’’Dalam penanganan ikan yang paling penting harus diperhatikan adalah mutu ikan dari segi keamanan, atau tidak menggunakan bahan kima, kebersihan dan kelayakan untuk dikonsumsi,’’ terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
DKP pun merilis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ikan sebagai kebutuhan pangan. Harus memastikan ikan betul-betul segar dan sehat sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kasus alergi maupun keracunan. Caranya, di antaranya dengan ciri daging putih padat atau kenyal bila ditekan bekasnya segera lenyap, sisik menempel kuat pada kulit dan tenggelam di dalam air.
DKP menilai, kasus pemakaian formalin pada ikan segar, ikan asin dan produk makanan lainnya menunjukkan kurangnya pengetahuan produsen serta minimnya sosialisasi ke masyarakat mengenai manfaat dan bahaya bahan aditif. Khusus untuk ikan asin yang telah terlanjur tercemar formalin, zat itu akan terus mengendap di makanan, meskipun telah direbus atau diolah.
’’Formalin selain harganya murah, mudah didapat dan pemakaiannya pun tidak sulit sehingga sangat diminati sebagai pengawet oleh produsen pangan yang tidak bertanggung jawab. Walaupun sebenarnya formalin tidak diperbolehkan ada dalam makanan maupun minuman,’’ tegas Wahyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *