LOMBA KAMPUNG BERSINAR SANGAT BERMANFAAT BAGI WARGA MALANG

Rw bersih

LOMBA  Kampung Bersinar (Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi) yang digelar rutin setiap tahun oleh Pemkot Malang, hasilnya sungguh luar biasa. Kampung-kampung yang duluhnya kumuh, kurang peduli terhadap lingkungan, kini lingkungannya menjadi bersih, hijau dan asri. Perilaku masyarakat terhadap lingkungan pun banyak mengalami perubahan.
Beberapa RW peserta, mengakui ada perubahan prilaku masyarakat terhadap lingkungan setelah mengikuti lomba yang dimotori oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang ini. Masyarakat kini lebih aktif dan lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satu contoh, makin banyaknya kader-kader lingkungan di tingkat RW.

Hampir setiap RW peserta lomba, memiliki Kader Lingkungan.  Salah satu indikator penilaian, memang mengharuskan ada Kader Lingkungan tingkat RW yang disahkan pihak kelurahan. RW pun beramai-ramai membentuk Kader Lingkungan.
Kader Lingkungan ini pun, tak hanya sekadar dibentuk dan disahkan lurah begitu saja. Berbagai kegiatan pun juga harus didokumentasikan dan dinilai oleh tim juri. Dampaknya pun luar biasa. Kader Lingkungan benar-benar bergerak bersama masyarakat untuk merubah lingkungannya. Kini, jumlah Kader Lingkungan di Kota Malang mungkin terbanyak di Indonesia. Tidak hanya ditingkat RW, tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota pun Kader Lingkungannya juga cukup aktif.
Selain Kader Lingkungan yang kini terus bertambah jumlahnya, peningkatan paling menonjol di lomba Kampung Bersinar ini adalah keberadaan biopori dan budidaya cacing. Di penilaian tahap pertama, hanya beberapa RW saja yang melakukan budidaya cacing. Di tahap kedua, setelah ada pelatihan oleh DKP, budidaya cacing mengalami peningkatan yang cukup signifikan jumlahnya. Hampir di setiap RW peserta lomba, selalu ditemukan budidaya cacing.

Dari segi ekonomis, cacing memang cukup lumayan. Harganya perkilogram kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Dari hewan ini, bisa menambah pendapatan masyarakat. Namun, yang tak kalah pentingnya, hewan ini bisa mengurangi sampah basah dari masyarakat. Makanan cacing adalah sampah sehingga bisa mengurangi sampah yang harus dibuang ke TPA.
Begitupula keberadaan biopori. Sebelum Lomba Kampung Bersinar digelar, hanya beberapa lokasi saja yang memiliki biopori. Namun setelah ikut lomba, keberadaan biopori banyak dibuat oleh peserta lomba. Bahkan beberapa RW telah mencanangkan seribu biopori di wilayahnya.

Dari segi penghijauan dan kebersihan, sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Banyak RW-RW yang kini seperti pasar bunga. Tidak hanya tanaman hias, tanaman sayur sayuran, hingga tanaman toga sudah menjamur.
Perubahan-perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan inilah, yang memang diharapkan dari lomba ini. Tak hanya sekadar untuk mencari juara, namun perubahan lingkungan yang lebih penting. Dan masyarakat Kota Malang kini mulai ada kepedulian terhdap lingkungan. Sekali lagi, lomba ini tak hanya sekadar cari juara.

 

Kata Kunci :

  • indikator penilaian lingkungan perumahan indah dan asri
  • indikator penilaian lomba Rw
  • kriteria lomba lingkungan bersih dan sehat
  • kriteria lomba tanaman hias
  • lomba kampung sehat
  • penilaian lombaeteria kampung sehat
  • sistem penilaian desa sehat di malang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *