Lima Bahaya Darah Tinggi

bahaya darah tinggi

Tekanan darah tinggi, atau yang biasa disebut hipertensi, sering tak disadari dan disepelekan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, tekanan darah yang tidak terkontrol dapat membahayakan berbagai organ tubuh, terutama yang terkait dengan pembuluh darah. Apa saja bahaya hipertensi itu?

1.Kelainan Jantung

Hipertensi memang sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Keduanya saling berkorelasi akibat kadar garam yang tinggi dalam tubuh. Hipertensi yang tidak terkontrol pada mulanya akan meningkatkan beban kerja jantung sehingga terjadi pembesaran ruang jantung. Namun, tahap itu masih belum menimbulkan gejala. Keluhan baru akan muncul setelah terjadi kerusakan jantung yang lebih berat, dapat berupa kematian sel-sel jantung atau gagal jantung.

2.Gangguan Fungsi Ginjal

Masalah ginjal juga kerap ditemui pada pasien dengan hipertensi lama, terutama yang tidak terkontrol. Keluhan tersebut akan semakin diperburuk bila pasien juga mengidap penyakit gula (diabetes).

Namun, semuanya berawal tanpa gejala. Seringkali pasien datang dengan keluhan buang air kecil berbusa, yang setelah diperiksa laboratorium, diketahui mengalami kebocoran ginjal. Hal itu ditandai dengan keluarnya protein dalam urin; molekul besar seperti protein seharusnya mampu ditapis oleh ginjal.

Yang lebih menyedihkan lagi, banyak pasien hipertensi lama yang baru check-up pertama kali, tapi telah diketahui mengalami gagal ginjal kronis, suatu kondisi yang akan berujung pada cuci darah seumur hidup.
3.Stroke

Penyakit penyebab kematian nomor 1 di dunia ini memang sangat menakutkan. Gejalanya pun bervariasi, mulai dari yang paling ringan seperti pusing dan nyeri kepala, atau mendadak mengalami kelemahan sebelah sisi tubuh, wajah mencong, bahkan langsung meninggal. Dan lagi, serangan stroke dapat terjadi kapanpun dan di manapun, bahkan sementara tidur sekalipun.

Serangan stroke yang mematikan itu paling sering disebabkan oleh hipertensi yang sangat tinggi, atau dikenal sebagai hipertensi emergensi. Oleh karenanya, orang yang ditemukan memiliki tekanan darah sangat tinggi, yakni tekanan sistolik ≥ 180 mmHg atau/dan tekanan diastolik (bawah) ≥ 120 mmHg, harus diperiksa betul ada/tidaknya komplikasi. Mereka pun harus langsung diberi obat antihipertensi yang bekerja cepat menurunkan tekanan darah.

4.Kelainan Mata

Tak hanya diabetes yang menyebabkan kerusakan saraf mata, tekanan darah tinggi pun demikian. Dikenal dengan istilah retinopati hipertensif, tekanan darah yang tinggi nyatanya dapat juga merusak pembuluh darah kecil yang berada di dalam mata, bahkan hingga merusak saraf mata.

Masalah ini bukan jarang ditemui, namun sebaliknya jarang disadari karena lagi-lagi, tidak menimbulkan gejala! Kerusakan saraf mata yang semakin meluas akan berujung pada kebutaan.

5.Penyakit Pembuluh Darah Arteri

Meski tak sepopuler komplikasi lainnya, penyakit arteri yang dimaksud ialah kerusakan pada pembuluh darah lengan dan tungkai. Keluhan tersering berupa nyeri saat berjalan jauh atau aktivitas, yang pada awalnya membaik dengan beristirahat. Namun berangsur-angsur, nyeri bahkan muncul saat istirahat sekalipun! Pada stadium lebih lanjut, penyakit arteri ini dapat menyebabkan rasa kesemutan dan baal pada bagian tubuh yang terkena. Dan pada akhirnya, dapat terjadi gangren atau kematian jaringan tungkai/lengan yang mewajibkan tindakan amputasi!

Masalah-masalah di atas bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti atau menghantui. Sebaliknya, tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi yang dapat dicegah: dengan mengurangi konsumsi garam, diet seimbang dan olahraga teratur, serta dapat terkontrol dengan obat (baik satu macam atau kombinasi obat).

Dan patut diingat, hipertensi bukan seperti penyakit batuk pilek yang satu-dua hari sembuh, namun harus jaga untuk selalu terkontrol. Menerapkan gaya hidup sehat, mengapa tidak?

Kata Kunci :

  • bahayanya gili trawangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *