KOTA MANDIRI AKAN BERADA DI DESA ORO-ORO OMBO BATU

ORO-oro ombo

BATU – Wilayah Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, benar-benar sedang mendapat gelontoran investasi. Dalam waktu dekat, kawasan Kota Mandiri bakal dibangun di lahan seluas 30 hektare dekat Gedung Kesenian. Di lokasi tersebut nantinya dilengkapi apartemen 15 lantai berkapasitas 300 kamar, mall, pusat olahraga, pendidikan dan pasar.

Nilai investasi untuk pembangunan Kota Mandiri itu, sekitar Rp500 miliar. Dan menyangkut ijin lokasinya, juga telah diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal, Kota Batu. Sehingga dalam waktu dekat, pihak investor pun sudah memulai pematangan lahan.
Kawasan terpadu di wilayah obyek wisata itu, nantinya akan menggunakan nama Milaya. Kabag Humas Pemkot Batu, Sinal Abidin membenarkan bila  Badan Penaman Modal telah menerbitkan ijin lokasi.” Sehingga Kota Mandiri itu, diproyeksikan juga segera dibangun oleh investor,’’jelas Sinal Abidin, Selasa (22/4).

Menurutnya, Pemkot sengaja mempermudah perijinannya, karena dinilai pembangunan tersebut sangat menguntungkan. Apalagi kawasan tersebut merupakah lahan tidak produktif, yang selama ini hanya digunakan pertanian tebu, jagung atau bukan areal pertanian apel maupun sayuran.”Biasanya daerah lain untuk pembangunan seperti ini, perijinannya dipersulit,”ujarnya mewakili Kepala Dinas Badan Penanaman Modal.
Menanggapi adanya investasi itu, Ketua RW 5 Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Asmawi mengakui sudah mendengar rencana pembangunan tersebut. Namun sampai saat ini, kata dia, pihak investor baru sekali melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga dia sebut, masih terlalu dini untuk menyimpulkan pembangunan tersebut bisa menguntungkan bagi warga terdampak.”Kalau aturannya sesuai, ya sudah. Tapi jika tidak sesuai bisa-bisa warga tidak mau,”akunya.

Ditemui di sebuah warung kopi depan Gedung Kesenian, Asmawi menambahkan, dalam pertemuan sebulan yang lalu masyarakat tidak ditemui langsung oleh sang investor, melainkan perwakilannnya. Karena itu hingga kini warga masih belum paham tentang proyek tersebut.
Dia menginginkan, pihak investor bisa memperjelas rencana pembangunan itu termasuk dampaknya bagi masyarakat, semisal penyerapan tenaga kerja, dan  kontribusi bagi daerah dan lingkungan sekitar. Dia juga mengingatkan konsep pembuangan limbah dan drainase.” Sebagai warga tentu kami ingin yang terbaik, kalau pembangunan ini sekiranya berdampak positif, ya kami sambut dengan baik sepanjang betul-betul masyarakat sekitar diperhatikan,”pungkasnya.

 

 

Kata Kunci :

  • milaya apartemen
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *