Kota Malang Bergerak

KOTA Malang dikenal dengan berbagai sebutan, antara lain Kota Dingin, Kota Apel, Paris van Java, Kota Pendidikan, dan Kota Sejarah. Disebut kota dingin karena hawa di kota ini sejuk. Iklim tersebut membuat Kota Malang mendapatkan banyak simpati dari masyarakat Jawa Timur, Indonesia, bahkan manca negara untuk berwisata. Apalagi Kota Malang dikenal sebagai kota penghasil buah apel. Disebut Paris van Java karena Kota Malang diakui sebagai kota yang sangat menarik ibarat Paris di wilayah Jawa Timur.
Kota Malang memiliki puluhan universitas (negeri maupun swasta), sekolah tinggi, akademi, dan lembaga pendidikan, sehingga kota yang memiliki lambang bertuliskan Malang Kuçeçwara ini dijuluki pula sebagai kota pendidikan. Jumlah institusi pendidikan tinggi bahkan terbanyak di Jawa Timur. Di samping itu Kota Malang menyimpan banyak peninggalan sejarah, baik sejarah kerajaan maupun sejarah perjuangan militer.

Kota Malang memiliki sejarah kegiatan politik budaya yang cukup penting. Sejak tahun 760 sampai dengan tahun 1414 (berdasarkan tulisan batu di Dinoyo), Kota Malang merupakan pusat kegiatan politik dan budaya. Menurut Prof. Drs. S. Wojowasito, kegiatan politik budaya pada masa itu tidak hanya merupakan kegiatan satu dinasti, melainkan beberapa keturunan, antara lain keturunan Dewasimba, Gajayana, Dharmawangsa, Airlangga, dan Ken Arok.

Sejarah pemerintahan Kota Malang boleh dibilang sangat panjang. Sebelum menjadi pemerintahan seperti saat ini, pada 1914 Kota Malang berbentuk kotapraja, pada 1942 berada di bawah kekuasaan Jepang, pada 1947 secara utuh berada di bawah NKRI, dan terakhir pada 1 Januari 2001 menjadi Pemerintah Kota Malang.

Kota Malang terbagi menjadi 5 Kecamatan; Klojen, Blimbing, Kedungkandang, Sukun, dan Lowokwaru. Terdiri dari 57 kelurahan, 10 desa, 505 RW dan 3.649 RT. Adapun rinciannya adalah; Kecamatan Klojen: 11 kelurahan, 89 RW, 676 RT, Kecamatan Blimbing: 11 kelurahan, 120 RW, 834 RT, Kecamatan Kedungkandang: 12 kelurahan, 102 RW, 764 RT, Kecamatan Sukun: 11 kelurahan, 79 RW, 692 RT, Kecamatan Lowokwaru: 12 kelurahan, 115 RW, 683 RT.
Sebagai kota besar, fasilitas publik Kota Malang terhitung banyak. Rumah sakit misalnya, data terakhir menunjukkan rumah sakit umum dan swasta berjumlah delapan buah. Hal yang sama juga terjadi di sektor prasarana air bersih yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Total tandon air yang sampai sekarang berposisi sentral dalam pemenuhan air bersih sebanyak empat. Fasilitas jalan umum dan angkutan kota juga bisa disebut memadai.

Kota apel ini memiliki fasilitas belanja yang cukup besar. Di pusat perbelanjaan terdapat beberapa departement store, antara lain Ramayana, Matahari, Sarinah, dan tiga tahun terakhir ini dibangun dua mall baru, yaitu Malang Town Square (Matos) dan Malang Olimpic Garden (MOG).

Kota Malang telah “bergerak”, melesat jauh dari Paris van Java era kolonial….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *