KETERTIPAN LALU LINTAS KOTA MALANG HARUS BANYAK DI BENAHI

malng jln

MALANG – Kota Malang masih harus banyak berbenah untuk ketertiban lalu lintasnya. Dari hasil pemantauan tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) pusat, masih banyak hal yang harus dilakukan Kota Malang terkait ketertiban lalu lintas, mulai dari minimnya trotoar di beberapa ruas jalan sampai dengan tidak adanya papan informasi tarif parkir untuk masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Tim WTN pusat, Sigit Irfansyah kepada Wali Kota Malang, H. Moch Anton, saat memaparkan hasil pemantauan tim WTN di Kota Malang pada Rabu (18/6) kemarin, dibeberapa titik lalu lintas dan terminal. Pemaparan dilakukan dihadapan Muspida dan pimpinan SKPD Pemkot Malang di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (20/6) kemarin.

Dalam pemaparannya, di Jalan Kauman masih ada PKL yang berjualan di bahu jalan, di Jalan Kawi masih tumpukan material dibahu jalan yang semuanya dapat membahayakan pengguna jalan. Keberadaan trotoar juga masih minim, khususnya di Jalan Veteran yang masih kurang lebar dan juga Jalan Bandung.
Pemasangan trotoar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Jika kebutuhan masyarakatnya tinggi yang lalu lalang di trotoar itu, maka harus lebar. Sedangkan di daerah yang sepi pejalan kaki bisa lebih kecil lebar trotoarnya.

“Yang belum ada di tempat parkir yakni papan informasi tarif parkir. Mungkin bagi masyarakat Kota Malang sudah mengetahuinya, tapi bagi masyarakat luar Kota Malang belum mengetahuinya. Papan informasi itu juga sebagai bahan kendali tariff parkir, kalau ada juru parkir yang nakal menarik lebih dari ketentuan,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Malang, H. Moch Anton sangat berterima kasih atas saran dan catatan tim WTN. Diakuinya masih belum ada papan informasi tariff parkir di lokasi parkir yang ada di Kota Malang. Hal ini harus ditindaklanjuti Dinas Perhubungan Kota Malang ke depannya. Dengan adanya papan informasi tariff parkir akan menjadi pengendali bagi jukir yang nakal menarik lebih dari tariff yang telah ditentukan. “Bagaimana mengelola parkir yang benar itu dapat dilakukan,” terang Abah Anton, sapaan akrab H. Moch Anton.

Masih banyaknya spanduk-spanduk yang menutup rambu lalu lintas, juga menjadi catatan bagi walikota untuk ditindaklanjuti. Bahkan, walikota berencana akan menimalisir pemasangan spanduk di jalan. Hal ini masih akan dikajinya, mengingat pemasukan daerah dari spanduk pun tidak terlalu besar.
“Tadi memang sempat disampaikan masih banyak spanduk yang menutup atau menghalangi rambu-rambu lalu lintas yang sudah terpasang,” tambahnya.
Meski banyak catatan dari tim WTN, Abah Anton optimis Kota Malang mampu mempertahankan piala WTN di Kota Malang tahun 2014. Karena banyak juga inovasi lalu lintas yang dilakukan Kota Malang mendapat apresiasi besar dari tim WTN pusat, mulai dari ATCS, lampu lintas solar cell, jalur satu arah, rencana angkutan massal di tahun 2015 dan lainnya.

 

 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *