KERETA GANTUNG AKAN BEREDAR DI KOTA BATU

Kreta gantung

KOTA BATU- Pemkot Batu terus mematangkan rencana proyek kereta gantung. Salah satu kendala proyek senilai Rp 100 miliar itu adalah menentukan fondasi sebagai lokasi transit kereta gantung. Sebab, ada tiga titik sementara yang masih jadi perdebatan. Yakni di kawasan Pasar Batu, di Alun-Alun, dan di Bumiaji, tepatnya di kawasan Selekta Batu.

Namun, tiga titik ini masih berpeluang berubah. Karena itu, pemkot menunggu masukan dari para pengelola objek wisata, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), seluruh stake holder pariwisata, swasta, maupun organda (organisasi angkutan darat). Masing-masing perwakilan diminta menyampaikan pandangannya dalam acara forum group discussion di balai kota, kemarin. Dalam diskusi kemarin, mayoritas undangan setuju dengan tiga titik tersebut. Hanya saja, banyak masukan terkait lokasi yang tepat untuk proyek kereta gantung. Terutama dari kalangan pengelola wisata yang ingin titik transit kereta gantung berdekatan dengan wisatanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Budi Santoso memaparkan, banyak pertimbangan sebelum pembangunan kereta gantung dilakukan. Di antaranya masalah lokasi yang tepat untuk kereta gantung. ”Menentukan lokasi itu sangat penting. Sebab, berkaitan dengan apa yang akan dijual di wahana kereta gantung ini,” kata Tossi sapaan Budi Santoso.Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu ini menjelaskan, rencana penempatan terminal transit kereta gantung di Pasar Besar Kota Batu dinilai tidak representatif. Jalurnya pun kurang menantang dan tidak ada pemandangan alam yang bisa dijual. Kebanyakan di jalur tersebut banyak sekali bangunan rumah. Sehingga, wisatawan tidak bisa melihat pemandangan alam sesungguhnya di Kota Batu yang dilihat dari ketinggian. Berbeda dengan kawasan Bumiaji. Di kawasan Bumiaji masih banyak lahan pertanian. Pemandangan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang pun bisa menjadi daya tarik tersendiri. ”Lokasi memang sangat menentukan. Karena bisa menjadi ikon wahana baru ini,” beber Tossi.

Sementara itu Enny Rahyuningsih, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu mengatakan, dalam diskusi kemarin, mengakomodir masukan yang nantinya bisa dijadikan bahan evaluasi untuk persiapan pembangunan kereta gantung.Ada beberapa gagasan yang akan dijadikan pertimbangan pembangunan kereta gantung. Salah satunya, lokasi yang dipilih untuk tempat alternatif kereta gantung. Selain itu, juga jarak yang nantinya membuat wisatawan merasa puas dan nyaman di ketinggian. ”Ada tiga alternatif jalur. Setiap titik memiliki 3 rentangan kabel berbeda. Mulai dari long, middle, dan short,” kata Enny.

Short kabel memiliki rentang kurang lebih 1 kilometer. Untuk middle rentang kabelnya mencapai 5 kilometer. Sedangkan long rentangnya kurang lebih 7 kilometer.Dari hasil survei yang sudah dilakukan oleh ITS, dapat dilihat daerah-daerah yang mobilitas wisatawannya banyak. Tetap juga mempertimbangkan wilayah-wilayah yang nantinya bisa dilalui oleh kereta gantung. ”Survei sudah dilakukan dengan detail oleh tim ITS dengan melibatkan 50 surveyor. Yang disurvei di antaranya tata ruang, senter terminal, termasuk mitigasi bencana, dan keberadaan SUTET (saluran utama listrik tegangan tinggi),” terang Enny.Kawasan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan diperkirakan berada di utara Kota Batu dan di selatan Kota Batu. Tahapan studi masih berlangsung. Dalam waktu dekat, ITS akan menggelar satu kali diskusi dan satu tahapan wawancara dengan wali kota sebagai pemegang kebijakan. ”Masih studi saja sudah banyak pengelola obyek wisata yang berebut, tapi semua kita pertimbangkan,” tegas Enny.

Karena itu, wahana baru ini diharapkan akan menjadi ikon kota wisata Batu. Wisatawan bukan hanya melihat keindahan pemandangan alam Kota Batu dari bawah. Namun, juga bisa menikmati pemandangan dari atas. Semua persiapan pembangunan termasuk studi kelayakan akan diselesaikan pada tahun 2014 ini

 

Kata Kunci :

  • dampak negatif pembangunan kereta gantung
  • foto kota batu
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *