KEPADATAN KENDARAAN MULAI MENJALAR DI WILAYAH BATU

angkut

BATU MALANG Kemacetan total terjadi di Jl Sultan Agung, tunya jalan menuju ke Museum Angkut ini kebanjiran kendaraan hingga 4 baris. Simpul kemacetan berada tepat di pintu masuk Museum Angkut.
Karena parkir di lahan parkir Museum Angkut sudah penuh, para wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata ini memperlambat laju kendaraan mereka. Sementara lahan parkir Museum Angkut  sudah tidak mampu menampung ratusan kendaraan wisatawan.

Lalu lalang kendaraan di depan pintu masuk ini, ditambah kendaraan umum yang melintas di jalan milik Provinsi Jatim ini membuat kemacetan tak terelakkan. Hingga akhirnya Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo langsung menginstruksikan kepada petugas dilapangan untuk memecah arus dengan mengarahkan sebagian kendaraan melintasi jalan yang menuju Alun-Alun Batu.
“Biar jalan menuju Museum Satwa itu dikhususnya untuk wisatawan, sementara kendaraan yang akan menuju Jombang atau Ngantang dialihkan ke Alun-Alun Batu,” ujar kapolres yang terus memantau perkembangan arus lalu lintas dari Jatim Park 2 ini.
Rudianto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu mengatakan kepadatan arus lalu lintas dari arah Surabaya dan Kota Malang mulai terlihat pagi sekitar pukul 09.00. Bahkan menurut Rudianto yang terus berkeliling ini, banyak wisatawan yang sudah datang di Kota Batu sejak dini hari dan beristirahat di SPBU.

Kepadatan arus lalin terlihat di beberapa titik antara lain Simpang Empat Pendem, Jl Soekarno, Jl Dewi Sartika, Jl Oro Oro Ombo dan Jl Sultan Agung. Menurut Rudianto kendaraan yang masuk ke Kota Batu memang tidak sebanding dengan ruas jalan.
“Jalan sudah tidak mampu menampung lagi, kendaraan yang masuk tidak sebanding dengan ruas jalan,” ujar Rudianto. Ia mengatakan setuju dengan himbauan kapolres beberapa waktu lalu kepada pengelola Museum Angkut.
Kapolres mengatakan sebaiknya Museum Angkut tidak memaksakan kendaraan wisatawan terus masuk ke obyek wisatanya. Jika memang sudah penuh, harus ditutup, jangan sampai kepadatan wisatawan bisa berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk memecahkan kepadatan arus lalu lintas, Dishub bersama-sama Polres Batu dan seluruh elemen yang dilibatkan dalam Pos Pengamanan Lilin Semeru memasang ratusan rambu portabel.

Beberapa diantara rambu portabel tersebut mengarahkan wisatawan agar menggunakan jalur alternative. “Seluruh ruas jalan di Kota Batu ini kita harapkan bisa digunakan oleh wisatawan, kita menghimbau mereka menggunakan jalur alternative daripada terjebak  kemacetan,” ujarnya.
Rudianto juga mengatakan bahwa pihaknya menurunkan seluruh personil Dinas Perhubungan untuk mengarahkan pengguna jalan agar melewati jalur alternatif. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengelola perumahan Panderman Hill agar jalan perumahan ini bisa dilewati oleh masyarakat umum yang melalui Jalibar.
 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *