KEMACETAN SUDAH MULAI TERJADI MENUJU KOTA MALANG

lalulintas batu

Arus balik mudik Lebaran diantisipasi Polres Malang dan Dishubkominfo Kabupaten Malang dengan menerapkan sistem buka tutup jalan di jalur Kepanjen–Sumberpucung. Sistem ini dilakukan mulai H+1 hingga H+2 kemarin (31/7)tampak lalu lintas terjadi di dua jalur, yaitu jalur Kepanjen–Sumberpucung dan Singosari–Lawang itu sangat padat. Tampak petugas Dishubkominfo Kabupaten Malang dan Polres Malang bersiaga di sejumlah titik rawan kemacetan. Di jalur tersebut, dishub memberlakukan sistem buka tutup jalan dari arah Kepanjen menuju ke Sumberpucung atau Blitar.

Bertempat di depan pertigaan Samsat Talangagung, sistem itu diterapkan secara kondisional, tergantung situasi di lapangan. Apabila diterapkan, maka pengguna jalan yang hendak menuju ke arah Sumberpucung atau Blitar diharuskan masuk kedalam terminal. ”Kami arahkan ke terminal hingga ke perempatan Talangagung, setelah itu baru bisa belok kiri ke arah Blitar,” terang Mujianto, anggota Dishub UPTD Kepanjen.

Sementara itu, dari arah Sumberpucung atau Blitar bisa melalui jalibar (jalur lingkar barat) bagi pengguna jalan yang hendak ke Malang. Sedangkan untuk pengguna jalan yang hendak menuju ke Kepanjen, masih bisa melalui Jalan Raya Talangagung. Penerapan sistem ini mulai diberlakukan dishub di hari pertama Lebaran hingga kemarin. Karena kondisional, maka penerapannya pun dilakukan tak terlalu lama. ”Kemarin (30/7), mulai diberlakukan sejak pukul 11.00 hingga pukul 15.00, untuk hari ini (kemarin), tadi mulai kami terapkan pukul 10.00,” papar Mujianto.

Selain melakukan buka tutup jalur, dishub juga memberlakukan sistem pengaturan traffic light. Pengaturan itu, khususnya dilakukan di daerah Ngebruk dan Slorok, Kecamatan Sumberpucung. Sistem pengaturan traffic light itu disebut dengan sistem 2-1. Artinya, terdapat perbandingan dua kali lampu hijau dengan satu kali lampu merah. Sistem itu diterapkan dengan maksud memperlancar arus lalu lintas. Umumnya, pengaturan traffic light tersebut dilakukan pada malam hari, karena arus mudik dan arus balik umumnya terjadi pada jam-jam itu.

Sementara, selain di jalur Kepanjen–Sumberpucung, konsentrasi juga dipusatkan di jalur Singosari–Lawang. Seperti yang dilakukan Satlantas Polres Malang. Kasat Lantas Polres Malang AKP Bobby Adimas Candra Putra mengatakan, dalam tujuh jam saja, ada sekitar 5.000 kendaraan yang melintasi jalur tersebut pada momen arus balik tahun ini.

”Mayoritas memang didominasi kendaraan roda dua, tapi untuk kendaraan roda empat juga terlihat ada peningkatan,” terang dia. Kepadatan arus di jalur tersebut terjadi dari dua wilayah. Baik dari Malang yang hendak ke Pasuruan, atau sebaliknya. Identifikasi itu didasarkan polisi dari pantauan nomor polisi (nopol) yang tertera pada kendaraan.

Umumnya, kendaraan yang melintas bukan nopol dari Malang, melainkan nopol dari luar Malang. Seperti bernopol L (Surabaya), W (Sidoarjo), dan M (Madura). Untuk kewaspadaan terjadinya kemacetan memang dipusatkan polisi di Jalur Singosari–Lawang. Diprediksi, puncak arus balik di jalur itu akan terjadi di akhir minggu ini. ”Kemungkinan untuk puncak kepadatan terjadi Jumat (1/8) dan Sabtu (2/8),” kata Bobby. Prediksi itu didasarkan dari jadwal aktif bekerja karyawan dan pegawai pada Senin (4/2) depan. Bila kepadatan arus lalu lintas sejauh ini menembus angka 5.000 kendaraan per 7 jamnya, maka di puncak arus balik jumlah itu diprediksi juga akan meningkat.

”Di puncak arus balik, kami perkirakan ada sekitar 7.000 hingga 8.000 ribu kendaraan yang melintas di Jalur Singosari–Lawang, per 7 jamnya,” papar mantan Kasat Lantas Polres Tulungagung itu. Berbagai prediksi itu, dibuat untuk mengantisipasi adanya kemacetan parah yang terjadi. Salah satu bentuk antisipasi yang disiapkan ialah penerapan sistem contra flow (jalur berlawanan). Penerapan sistem itu masih akan menunggu situasi yang terjadi di lapangan. Sebab menurut Bobby, penerapan sistem itu baru bisa dilakukan apabila salah satu jalur dalam kondisi lengang.

 

 

Kata Kunci :

  • foto karnafal kota panjen malang
  • karnaval di singosari 2016
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *