KAMPUNG KRAMIK DINOYO MULAI PRODUKSI DI TAHUN 1930

KRAMIK (2)

MALANG  (29/09) Hiasan merupakan suatu barang berbentuk benda yang sangat di sukai oleh orang-orang tertentu begitu jiga dengan Kramik sangat indah jika di pajang di ruang tamu,Buffet dan tempat lain di dalam rumah kita. Dinoyo salah satu pusat kampung industri kerajinan Kramik yang ada di Malang yang berlokasi di jalan MT. Haryono ini sudah amat terkenal di wilayah Malang raya maupun di Indonesia.

Samsul Ariffin (55 tahun ) adalah ketua paguyupan Sentral industri Kramik yang ada di wilayah Dinoyo yang juga menaungi 34 pengrajin menjelaskan kepada tim Blusukan  bahwa asal mula kerajinan kramik ini di awali pada tahun 1930 di Dinoyo yang saat itu di sebut sentral Grabah yang pada saat itu di minati oleh penduduk malang dan meluas ke kota-kota di jawa Timur seperti Blitar,Telungagung ,Trenggalek,Tuban dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur di karenakan bahan baku juga banyak tersedia di wilayah-wilayah tersebutsehingga berkembanglah kramik Porseline hingga sekarang.

“Untuk penjualannya setiap pengrajin Kramik memiliki toko sendiri di wilayah Dinoyo  guna memasarkan hasil kramiknya mas ” Jelas bapak Samsul Ariffin saat di tanya proses marketingnya oleh tim Blusukan . Mereka juga sering kali dapat orderan dari Bali. ” Kita juga sering kok mas dapat pesanan dari Bali karena potensi penjualannya di sana lumayan bagi pengrajin di sini “.Begitu menurut pengakuan pengrajin yang lain Pak Suari (56 tahun) ke pada tim Blusukan  

Menurut pantauan dari tim Blusukan Para pengrajin di kampung Kramik Dinoyo Malang ini semua masih menggunakan alat tradisional untuk membantu proses penggerjaanya . Walaupun begitu mereka masih semangat menggeluti dunia ini karena bagi mereka ini adalah dapur mereka untuk menghidupi anak dan cucu. Masyarakat kampung Kramik Dinoyo ini juga tidak segan-segan membagi ilmunya bagi para pendatang yang mau belajar membikin kerajianan Kramik asalkan ada pemberitahuan dahulu .

Untuk hasil karya Kerajinan Kramik ini pengrajin mematok harga yang relatif karena harga tergantung dari Kreatifitas masing-masing pengrajin umunya harga Rp.5.000 sampai Rp.600.000 dan jenisnya kramik hiasan, Soufenir serta kramik aroma terapi dan untuk interior.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *