Jembatan Ambruk di Serang, Puluhan Warga Hanyut

190732_620

Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Pekarungan, Kelurahan Kagungan, dengan Kampung Pasar, Kelurahan Kota Baru, Kota Serang, Banten, terputus saat puluhan warga menyaksikan aksi anak-anak meloncat di atas jembatan air Sungai Cibanten yang meluap, Selasa, 21 Januari 2014. Dari catatan warga, sebanyak 26 orang dinyatakan hanyut, 24 selamat dan dua orang hilang.

Salah seorang warga, Yusuf Husain, mengatakan melihat orang-orang masuk sungai. “Banyak sekali yang hanyut. Soalnya dari ujung jembatan ke ujung lainnya penuh orang dan hanyut semua,” katanya. Menurut Yusuf, puluhan orang jatuh ke sungai.

Dua orang yang dinyatakan hilang adalah Rahmatullah dan Firdaus, 14 tahun, warga setempat. Sedangkan 24 orang lainnya yang dinyatakan selamat adalah Santi M., 16 tahun, Dela (12), Rizam (12), Ihya (15), Adung (40), Putri (10), Rapli (11), Agung (12), Haikal (8), Loi (10), Kaka (11), Pani (12), Lira (12), Fajar (12), Imam (11), Dela (15), serta Almi, Ipeh, Farah, Sofi, Saas, Rehan, Nanda, dan Rijun.

Sementara itu, Kepala Urusan Reserse Kriminal Kepolisian Serang, Inspektur Satu Balaputra, mengatakan, dari catatannya, terdapat sebanyak 60 orang yang hanyut. Namun dia belum bisa memastikan berapa orang yang hilang. Sebab, saat ini tim Search and Rescue gabungan telah membuat posko dan belum menerima laporan dari warga yang menyatakan keluarganya hilang.

“Tapi tim SAR sedang mencari, baik di lokasi korban pertama kali hanyut maupun di Kecamatan Kasemen,” katanya. (tempo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *