JAMBORE NASIONAL DI COBAN RONDO

ambore

MALANG – Pelaksanaan Jambore Nasional PK-X/2014 di Coban Rondo Kabupaten Malang meninggalkan  berbagai kesan tersendiri bagi tiap peserta. Bagaimana tidak selama satu pekan mereka melaksanakan kegiatan yang jauh dari keluarga bahkan sampai keluar pulau, memberikan pengalaman yang sangat berharga dengan banyak cerita yang akan mereka bawa ke daerah masing-masing.

Jauh dari keluarga bagi para peserta jambore tingkat penggalang memang jangat jarang dilakukan bahkan bisa dikatakan ini baru pertama kali bagi mereka. Kesiapan mental dan fisik merupakan bekal utama yang harus mereka miliki sebelum terjun ke dunia perkemahan selama seminggu. Perlengkapan diri seperti selimut, baju hangat hingga peralatan mandi merupakan peralatan yang mereka wajib mereka bawa, apalagi lokasi perkemahan kali ini berada di pegunungan yang tentu suhunya terasa ekstrim bagi peserta yang tidak terbiasa.

Namun hal itu tidak menjadi sebuah kekhawatiran berlebih bagi peserta, mengingat dalam kegiatan Jambore Nasional PK-X/2014 kali ini mereka tidak sendiri. Akan tetapi banyak teman baru yang akan mereka kenal dari berbagai daerah di Indonesia. Belum lagi pengetahuan berharga yang tidak akan mereka dapatkan di tempat lain. Inilah yang selalu menjadi motivasi mereka untuk berjuang dan berkarya di Bumi Perkemahan Wana Wisata Coban Rondo.

Garda Nusantara salah seorang peserta menilai kegiatan Jambore yang ikuti memberikan banyak pelajaran khususnya di bidang kedisiplinan. Kepramukaan dengan banyak agenda kegiatan yang ada, melatihnya untuk selalu bersikap disiplin dalam waktu, penampilan, ucapan dan perbuatan. Selain itu banyaknya teman yang ditemui di area perkemahan juga menuntut untuk banyak bersosialisi. Ini pelajaran bagi Garda dan teman-temannya bahwa seseorang tidak bisa hidup sendiri, tapi akan selalu butuh bantuan dari orang lain. “Pokoknya senang lah, meskipun banyak teman disini kita diajarkan untuk bersikap mandiri,” ujar kontingen dari Banjarmasin Kalimatan Selatan ini.

Hal yang sama juga dirasakan Putri dkk. Kontingen dari Semarang ini menyampaikan akan pengalaman mereka selama di perkemahan. Sikap toleransi untuk menerima banyak perbedaan baik budaya, kebiasaan hingga keyakinan membuka wawasan mereka bahwa perbedaan bukanlah masalah namun sebuah kekayaan yang harus dijaga dan dipelihara. “Kami tidak menyesal ikut kegiatan ini. Dan keikutsertaan kami bukanlah tugas atau paksaan dari sekolah. Tapi berawal dari keinginan diri sendiri untuk menjalin persaudaraan,” ungkapnya.
Sementara meskipun merasa lelah dengan banyak energi yang terkuras, Widia salah seorang peserta dari kontingen Lampung tetap bersemangat mengikuti materi Ketertiban Masyarakat. “Capek sih, tapi ya harus tetap semangat ini kan sebenarnya latihan untuk kita semua yang ada disini,” katanya.

Salah satu kontingen dari Bali, Angel menuturkan selama lima hari kegiatan PK-X/2014 sudah banyak menguras tenaga. Tapi sikap pantang menyerah untuk memperoleh hasil yang terbaik akan tetap dijunjungtinggi oleh para peserta. Bagaimanapun juga jauh-jauh datang ke Malang jangan sampai sia-sia. “ya memang ada aturan-aturan yang kita tidak suka, tapi bagaimanapun akhirnya kita sadar bahwa yang disiapkan ini adalah yang terbaik. Kita jadikan yang kita tidak sukai sebagai tantangan” imbuh Carmenita dkk kontingen dari Yogyakarta.

 

 

Kata Kunci :

  • pk x malang
  • kegiatan kemah lampung november2016
  • jambore di batu malang
  • lokasi jambore termurah di malang serasa hutan
  • pemenang jambore di malang coban rondo 2014
  • pk x cobanrondo
  • sekolah di malang yang mengikuti jambore nasional
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *