JALAN SEMERU DAN KAWI AKAN JADI JALUR SATU ARAH

malang kota

MALANG – Persiapan Pemkot Malang dalam uji coba satu arah Semeru-Kawi Selasa (26/8/14) sudah final. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setianto memastikan uji coba akan berlangsung besok (26/8) mulai pukul 05.30 WIB.
“Persiapan kami sudah 100 persen, namun besok (hari ini, red) kami akan melakukan koordinasi dengan jajaran lain untuk pematangan,” jelas Wahyu kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan, koordinasi tersebut akan dihadiri oleh Dishub Kota Malang, Polres Malang Kota, Polsek Klojen, Kodim 0833 Malang, Koramil 0833/1 Klojen, DENPOM.

Ada  100 personel dari seluruh elemen terkait, untuk terjun ke lapangan mengawal uji coba di jalan lingkar MOG itu. Mereka akan berjaga di simpul-simpul jalan dan sebagian lagi mobile ke ruas-ruas jalan untuk mengawasi. Dipastikan, pada saat uji coba tidak aka nada kendaraan bisa melawan arus.
“Kami akan berjaga di simpul jalan. Jadi, siapa saja yang mau masuk jalur satu arah Semeru-Kawi akan segera kami arahkan ke jalur lain,” jelas Wahyu.
Untuk melakukan penilaian, Dishub juga telah berkoordinasi dengan tim akademisi dari Universitas Brawijaya (UB). Maksimal 15 orang dari UB akan turun ke lapangan.
Dari hasil penilaian itu, tim akademisi, bersama dengan Dishub dan pihak terkait akan melakukan evaluasi. “Bila ternyata uji coba besok dampaknya baik, akan kami lanjutkan,“ jelasnya

Sebelumnya, pihak Dishub telah melakukan sosialisasi dengan gencar ke berbagai elemen masyarakat. Mulai warga sekitar, sekolah-sekolah, tempat-tempat usaha, sampai supir angkutan umum yang akan terimbas uji coba satu arah.
Dishub juga telah meminta dengan tegas, agar manajemen Mall Oympic Garden (MOG) memindahkan jalan keluar dari pusat perbelanjaan tersebut ke Jl Tangkuban Perahu. Jalur keluar MOG selama ini dianggap menganggu arus lalu lintas di Jl Kawi.
Kendati demikian, diprediksi uji coba besok akan mendatangkan protes dari para supir angkutan umum yang terdampak. Ada delapan trayek angkutan umum terpaksa harus mengubah rutenya. Antara lain, ADL, AL, GL, LG, LDG, AT, MM dan MK.
Dishub telah memberikan alternatif  ke delapan trayek angkutan umum ini melalui sosialisasi pada Kamis (21/8/14) lalu. Akan tetapi, para supir angkut tetap menolak. Mereka menuntut Pemkot memberikan jalur khusus angkutan umum seperti jalur satu arah di lingkar UB. Bila tidak, mereka akan melakukan unjuk rasa.

Menanggapi hal ini, Wahyu berjanji akan menyikapinya dengan tenang dan tetap persuasif. “Bila memang mereka mau berunjuk rasa, silahkan saja. Itu hak mereka. Tapi, uji coba akan tetap berlangsung,” jelas pria tersebut.
Seharusnya, lanjut dia, supir angkutan umum juga mengerti bahwa kebijakan Pemkot ini didasari atas kepentingan masyarakat. Dia menegaskan, bahwa elemen masyarakat tidak hanya supir angkutan umum saja, melainkan banyak masyarakat lainnya. Lagipula, hasil sosialisasi ke masyarakat, sebagian besar masyarakat menerima dengan lapang dada. Hanya supir angkutan umum saja yang menolak adanya jalur satu arah Semeru-Kawi.

 

Kata Kunci :

  • koramil klojen
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *