JALAN LINTAS BARAT DI PANDERMAN HILL

save jalibar

BATU-Walaupun secara fisik dan fasilitas sudah memadai, namun nampaknya Jalan Lintas Barat (Jalibar) tidak bisa difungsikan secara maksimal. Masalahnya, jalan alternatif untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di Kota Batu, itu diperkirakan terhalang oleh sarana dan prasarana milik pengembang perumahan elit Panderman Hill.
Menjelang memasuki wilayah Kelurahan Ngaglik, Jalibar memang membelah sebagian sarana Panderman Hill berupa jalan berlapis paving plus adanya portal pada pintu gerbang sebelah barat perumahan itu yang mengesankan jalan tersebut bukan untuk umum.
Dalam Permendagri nomo 9 tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah, sudah jelas ketentuannya diatur melalui pasal 7, 8, 9 dan 10 serta pasal 11 Permendagri tersebut.
Intinya, penyerahan prasarana, sarana perumahan dan permukiman harus diserahkan secara bertahap maupun sekaligus kepada pemerintah daerah paling lambat 1 tahun setelah masa pemeliharaan. Setelah penyerahan itu, pemeliharaan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.

Fakta yang terjadi sejak Jalibar tersebut rampung dibangun, banyak pengguna jalan memanfaatkan jalan alternatif dan harus melewati dan terhalang portal di pintu gerbang bagian barat. Pengguna jalan pun harus menjalani pemeriksaan identitas oleh Satpam Panderman Hill, bak akan memasuki tapal batas sebuah negara. Bahkan pada jam-jam tertentu, portal juga ditutup sehingga tidak bisa dilalui.
Pada liburan lebaran lalu, misalnya, banyak pengguna jalan yang awalnya bermaksud untuk melewati jalur alternatif itu terpaksa putar balik karena bingung. Halnya dialami Luluk Hamidah, warga Karang Tembok, Surabaya.
“Sempat diberitahu ada jalan alternatif di sini, tapi kami bingung juga waktu lihat kok masuk kawasan perumahan, jangan-jangan kesasar. Akhirnya saya balik lagi,” ujar Luluk yang saat itu berusaha menghindari kemacetan.

Andi Santoso, warga kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang sewaktu akan melewati perumahan Panderman Hill, ia tidak bisa langsung melintasi jalan itu karena ada pemeriksaan identitas.“Identitas saya diperiksa. Sebenarnya tidak masalah, cuman tidak menyangka ada pemeriksaan identitas di jalur alternatif,” keluhnya.
Salah seorang Satpam Panderman Hill yang enggan disebut namanya membenarkan, terkadang mereka menghentikan mobil yang hendak masuk ke areal perumahan dan memeriksa identitasnya. Hal itu mereka lakukan sesuai prosedur tetap (Protap) yang sejak dulu diterapkan pihak perumahan itu.
“Protapnya seperti itu Pak, hanya saja memang sekarang tidak seketat dahulu lagi. Kalau kendaraan yang melintas mencurigakan, baru kami periksa,” terang Satpam ini.
Jika malam hari, pihak Satpam pun terpaksa menutup portal perumahan itu ketika sudah memasuku pukul 22.00, dengan tujuan memberikan kenyamanan bagi warga perumahan.

Simon Purwoali, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Batu menilai, seharusnya lokasi Jalibar sudah dirubah menjadi jalan umum alias tidak ada lagi portal yang ditutup apalagi sampai ada pemeriksaan identitas.“ Kami memang masih mendapatkan laporan portal ditutup, dan masih ada pemeriksaan identitas di Panderman Hill. Artinya saya melihat masih ada kendala dari penggunaan Jalibar tersebut,” ujarnya.
Anggota dewan yang aktif di Karang Taruna ini, melihat masih belum ada kesepakatan antara Pemkot Batu dengan pengelola Perumahan Panderman Hill. Karena itulah, ia meminta kepada Pemkot agar mengkomunikasikan masalah itu dengan pengelola perumahan.
Himpun, Kepala PU dan Bina Marga Pemkot Batu, justru membantah adanya permasalahan dengan pihak perumahan terkait penggunaan jalur alternatif tersebut.  “Sudah tidak ada masalah, sudah kita bicarakan dengan pihak perumahan, jadi sudah tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Namun demikian dia membenarkan, bahwa terkadang portal Panderman Hill masih tertutup, bahkan masih ada pemeriksaan identitas pengguna jalan. “Itu ulah mereka saja.  Keberadaan jalan itu ijinnya sudah tidak diperpanjang lagi oleh Perhutani, tapi kita akan bicarakan lagi masalah ini dengan pihak mereka ( Pihak Panderman Hill),” pungkas Himpun.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *