INILAH ANGGAPAN DARI EDDY RUMPOKO SOAL WAMIN

edy

KOTA BATU– Wali Kota Batu Eddy Rumpoko tenang-tenang saja meski sejumlah LSM mengkritik anggaran kebutuhan makanan dan minuman (mamin) Pemkot Batu yang mencapai Rp 2,7 miliar. Bahkan ER-sapaan akrabnya-menganggap jika kebutuhan tersebut sangat wajar.

 

Usai menemui pelaku usaha dan membuka pameran Batu Shining Product Expo 2013 di Brawijaya Oleh-Oleh, kemarin siang, ER menjelaskan, sesuai dengan perhitungan bagian umum, memang dibutuhkan angka dalam jumlah seperti itu. ”Anggaran mamin sebesar itu memang sudah sesuai kebutuhan. Bahkan, tahun-tahun sebelumnya kami selalu menanggung utang. Kalau tahun ini (2013) saya masih belum tahu berapa utang yang berasal dari mamin,” ucap ER.

Lebih lanjut, menurutnya, pada tahun anggaran 2012 lalu, utang mamin Pemkot Batu kepada katering mencapai angka Rp 500 juta. ”Mudah-mudahan tahun ini tidak ada lagi utang (karena mamin). Angka Rp 2,7 miliar sudah berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Politisi dari PDI Perjuangan itu menyebutkan, kebutuhan anggaran hampir Rp 3 miliar itu dianggapnya bukan pemborosan. Sebab kebutuhan Pemkot Batu memang cukup banyak untuk menjamu tamu. Setiap bulan selalu ada tamu dari Pemprov Jatim maupun provinsi-provinsi lain. ER menyebut banyak kunjungan kerja, studi banding, dan kegiatan lain yang membutuhkan konsumsi makanan dan minuman. Selain itu, banyak agenda masyarakat yang anggaran maminnya dari Pemkot Batu. Agenda masyarakat ini dikatakan ER untuk menyamakan persepsi pembangunan. ”Ini bukan pemborosan. Namun kami bersyukur sudah diingatkan,” tandas ER.

Sementara itu, setelah Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PP Otoda) Universitas Brawijaya (UB) menganggap anggaran tersebut tak wajar, kini giliran Good Governance Alliance Activator (GGAA) yang mengggap Pemkot Batu menghambur-hamburkan uang dari anggaran ini.

Sudarno, Koordinator GGAA menyebutkan, anggaran tersebut sangat mencederai rakyat. ”Kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas beraktivitas di sektor pertanian, inflasinya tinggi dan rendah PDRB (produk domestic regional bruto)-nya. Alokasi Rp 2,7 miliar benar-benar tidak logis,”geram Sudarno.

Pria yang tinggal di kawasan Junrejo tersebut melanjutkan, jika DPRD Kota Batu mengesahkan alokasi itu, dia menuding DPRD tidak memiliki sense of crisis atas kondisi pertanian masyarakat. ”Tamu boleh banyak, namun dijamu ala kadarnya. Bukan untuk pesta,”ucapnya.

Sebelumnya, sebagaimana yang dihimpun koran ini, anggaran itu sudah tertuang dalam Rancangan Anggaran Kegiatan Sementara (RKAS) Bagian Umum Pemkot Batu. Cahyo Edi Purnomo, anggota badan anggaran DPRD Kota Batu membenarkan jika anggaran untuk makan dan minum mencapai angka Rp 2,7 miliar.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *