HATI-HATI DENGAN DB

foooging

BATU  Peningkatan jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kota Batu membuat Dinas Kesehatan turun tangan dan melakukan pengasapan terhadap beberapa daerah di Kota Batu. Kemarin Selasa (16/6), Dinas Kesehatan menurunkan tim fogging-nya di tiga wilayah di Kelurahan Temas. Lokasi yang diambil Dinas Kesehatan antara lain RW 8, RW 9 dan RW 10 Kelurahan Temas. Dengan didampingi pemantau jentik setempat, Ketua RT, Ketua RW, petugas dari Puskesmas Batu dan Dinas Kesehatan melakukan pengasapan di sudut-sudut kampung.

Aktifitas ini tentu saja membuat masyarakat lega, pasalnya di kampung mereka jumlah penderita demam berdarah cukup banyak. Seperti di RW 8 Kelurahan Temas, warga seolah bergantian masuk rumah sakit, termasuk anak Ketua Rukun Tetangga dan Ketua RW di wilayah ini. “Sejak bulan Agustus 2014 kampung kita ada saja yang dilarikan ke rumah sakit karena demam berdarah, hingga bulan Juni ini masih ada warga kita terserang demam berdarah, termasuk Surasan, Carik Desa Sumberjo sudah 4 hari ini terserang demam berdarah,” ujar Sudibyo, Sekretaris RW 8.

Sudibyo yang anaknya juga sempat dilarikan ke rumah sakit karena demam berdarah ini mengatakan pihaknya sudah berulangkali melaporkan masalah ini ke Dinas Kesehatan, namun baru saat ini Dinas Kesehatan menurunkan tim pengasapan. Ia menjelaskan bahwa warga sudah berulangkali melakukan pencegahan, salah satunya dengan melakukan kerja bhakti massal, namun hasil itu tidak bisa menghentikan serangan demam berdarah, karena itulah mereka meminta agar dilakukan fooging.

Beberapa petugas Dinas Kesehatan yang bertugas di wilayah ini mengatakan sebenarnya laporan warga ini sudah ditindaklanjuti, salah satunya dengan menurunkan pemantau jentik. Namun dari sekian warga hanya beberapa yang dipastikan terserang demam berdarah. “Lainnya masih suspect,” ujar petugas kesehatan ini. Ditempat terpisah, Sri Rahati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bahwa fogging ini dilakukan karena ada laporan penambahan kasus demam berdarah dari rumah sakit dan puskesmas.

“Laporan ini kita tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan di lapangan, ternyata kita temukan angka bebas jentik kurang bagus, harusnya kurang dari 95 persen, berarti ada jentik nyamuk demam berdarah yang berkembang disana,” ujarnya. Berdasarkan dari pemantauan jentik tersebut, akhirnya Dinas Kesehatan merekomendasikan untuk pengasapan. Sri membantah bahwa Dinas Kesehatan mengabaikan laporan warga, sebaliknya Dinas Kesehatan melakukan prosedur yang sudah ada.

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *