HARUS ADA PEMBENAHAN DI TUBUH SINGO EDAN

are

MALANG Pascakeikutsertaan di ajang Trofeo Cup Persija, kini jajaran pelatih Arema Cronus sudah menyiapkan materi evaluasinya. Seperti diketahui, dalam pertandingan yang mempertemukan tiga tim ISL, yakni Persija, Arema, dan Sriwijaya, tak ada satu gol pun yang tercetak di waktu normal.

Semua gol tercipta di babak adu penalti. Entah takut kekuatan terbaca oleh calon lawan atau apa, hal itu nyatanya memberikan materi evaluasi bagi jajaran pelatih Singo Edan.

Lini tengah dan lini depan dianggap masih memiliki beberapa kekurangan. ”Saya kira koordinasi lini tengah ke depan yang masih kurang,” terang Pelatih Kepala Arema Cronus Suharno.Karena hal itulah, tim Singo Edan juga tak berhasil mencetak gol di waktu normal. Bila diperhatikan, sosok pengatur serangan yang di musim sebelumnya lekat dengan nama Gustavo Lopez tak ada di musim ini.Sengbah Kennedy yang didapuk menjadi pengganti pemain asal Argentina itu terlihat belum lancar melakukan tugas tersebut. Suplai bola matang untuk tiga striker di barisan depan belum terlihat.

Pemain tengah Singo Edan lainnya juga seperti itu, Juan Revi dan I Gede Sukadana terlihat masih sibuk untuk turun membantu pertahanan. Di pertandingan kedua melawan Persija Jakarta, jajaran pelatih mencoba mengganti beberapa pemain tengah tersebut.Ahmad Bustomi dan Hendro Siswanto dimasukkan. Sementara Sengbah Kennedy tetap dipercaya untuk bermain. Hasilnya juga belum terlihat maksimal. Karena suplai bola matang juga tak didapatkan barisan depan Singo Edan.Arema yang banyak mengandalkan skema serangan dari tengah juga terlihat belum bisa memaksimalkan serangan dari samping. Beberapa umpan crossing yang dilesatkan beberapa winger Singo Edan belum bisa dimaksimalkan.

Wajar saja, latihan dari skema crossing memang jarang diterapkan tim pelatih. Padahal pemain baru Arema, Abblode Yao Rudy dan Christian Gonzales juga cukup tangguh di duel-duel udara. ”Intinya kami akan terus benahi lini tengah kedepan tadi,” imbuh Suharno.Karena tak mendapat suplai bola yang matang itulah, barisan depan Singo Edan tampak bekerja ekstra keras. Samsul Arif terlihat beberapa kali melakukan aksi individu. Meski beberapa kali juga sempat menebar ancaman, namun aksinya tersebut lebih sering patah di barisan pertahanan lawan. Karena pemain lainnya jarang yang membantunya.Selain aksi individu, Arema juga sempat membahayakan pertahanan lawan melalui skema bola mati. Seperti tendangan penjuru dan tendangan bebas. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang bagus dari tiga striker Arema membuat skor kacamata tak berubah sepanjang laga.

 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *