GELIAT PERDAGANGAN DI PASAR KOTA BATU MENGALAMI PENINGKATAN

batu pasar

BATU– Pendapatan dari retribusi pasar di Kota Batu terus digenjot. Dari sebelumnya hanya Rp 780 juta, menjadi Rp 900 juta.

Naiknya target PAD dari retribusi pasar tidak lepas dari geliat perdagangan yang ada di Pasar Besar Kota Batu.

Di sana, hampir 24 jam proses perdagangan berlangsung. Karena sangat potensial sekali, target PAD pun dinaikkan hingga Rp 120 juta.

Kepala unit pelayanan terpadu daerah (UPTD) Pasar Besar Batu, Supriyanto, membeberkan, meningkatnya target PAD tersebut karena transaksi perdagangan di pasar sangat menjanjikan. Tahun 2013, target PAD dari sektor retribusi mencapai Rp 780 juta. Hingga akhir tahun 2013 PAD dari sektor retribusi tembus Rp 856 juta.

Karena itulah, tahun 2014 ini, target yang dipasang lebih besar. Sebab iklim perdagangan makin menggeliat dan terus berkembang. ”Kalau mengacu dari tahun sebelumnya, kami makin optimistis. Kami juga berusaha mencapai target yang sudah ditetapkan,”urai Supriyanto.

Untuk retribusi, lanjutnya, setiap minggu sedikitnya Rp 11 juta masuk di UPTD Pasar Besar. Hingga bulan Juni lalu, penarikan retribusi sudah tembus Rp 460 juta atau sekitar 51,07 persen. Untuk memenuhi target tersebut, setiap minggunya ada evaluasi dari sektor mana saja yang bisa digali lebih banyak lagi. ”Tarif setiap pedagang tidak dipukul rata. Tergantung dari luas tempat usaha dan jenis dagangannya,”beber dia. Dengan terbagi beberapa golongan, di antaranya golongan A (perhiasan dan sejenisnya) Rp 200 rupiah per meter persegi per hari. Golongan B (tekstil, peracangan, daging, onderdil dan alat pertanian) Rp 160 rupiah per meter persegi per hari, serta golongan C (toko kue, gula, sayuran, rempah, dan bunga potong) Rp 120 rupiah per meter persegi per hari.

Sedang untuk para PKL (pedagang kaki lima), dikenakan Rp 300 rupiah per meter persegi setiap hari. Khusus PKL saat ini masih belum memiliki tempat usaha. Mereka masuk tempat usaha instidental. ”Untuk jumlah PKL setiap harinya fluktuatif. Karena mereka tidak setiap hari berjualan. Jumlahnya mencapai 1.300 PKL,”jelas Supriyanto.

Dari data di UPTD Pasar Besar Batu, pedagang yang memiliki SK pakai sebanyak 2.075 orang. Mayoritas pedagang sayur peracangan, konveksi, dan kain/baju. Sedang toko emas ada sekitar 30 tempat, dari total luas lahan pasar 4,5 hektare

 

Kata Kunci :

  • pasar batu di malang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *