GELANDANG AREMA CRONUS INI MEMINTA MAAF USAI TIM NYA DI TAHAN IMBANG MADURA UNITED 0:0

arma

Laga Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo antara Madura United melawan Arema berlangsung panas. Satu kartu merah dikeluarkan wasit Maulana kepada gelandang Arema, Hendro Siswanto pada menit 75.

Beruntung Singo Edan masih bisa menahan imbang tuan rumah tanpa gol di Stadion Gelora Bangkalan (6/5/2016) malam. Padahal Madura United sudah menguasai jalannya pertandingan.

Selain hasil seri itu, insiden kartu merah ini cukup menyita perhatian. Hendro melakukan tendangan kungfu ke arah pemain sayap Madura United, Engelberd Sani.

Gelandang kelahiran Tuban Jawa Timur 25 tahun silam itu mengaku terpancing emosi. Beberapa menit sebelumnya, dia bersitegang dengan Engelberd.

“Waktu pelanggaran sebelumnya, saya melakukan tekel yang hati-hati karena Engel yang bawa bola. Dia teman di timnas U-23 dan di Arema musim 2013. Tapi justru Engel mengarahkan kakinya ke lutut saya,” katanya.

Beberapa menit kemudian ada bola tanggung yang mengarah ke pemain asal Papua itu. Hendro yang sudah tersulut emosi mengarahkan kakinya ke tubuh Engelberd.

Setelah mendapatkan kartu merah, Hendro sempat menghampiri mantan rekannya itu. Entah apa yang dikatakan sehingga Engelberd langsung bangkit dan coba melawannya. Pemain lain langsung berhamburan untuk memisah keduanya.

“Sejak babak pertama sudah dikasari. Wajah saya disikut, paha dihajar. Saya coba terus sabar. Tapi setelah lutut yang kena tentu saya marah. Apalagi teman baik saya (Dendi Santoso) sudah patah tulang akibat permainan kasar lawan di pertandingan sebelumnya,” tegasnya.

Namun usai pertandingan, dia meminta maaf kepada seluruh tim di ruang ganti. Pasalnya, aksi itu justru merugikan tim. Arema harus bermain dengan 10 orang dalam 15 menit terakhir. Selain itu, pada laga selanjutnya dia hanya jadi penonton.

“Saya minta maaf kepada semua tim dan Aremania. Tindakan saya salah. Belum tahu berapa pertandingan nanti harus absen,” sesal Hendro Siswanto.

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *