DILARANG BERBURU DI DESA DRESEL ORO-ORO OMBO

burung

KOTA BATU– Tak ingin habitat burung di hutan Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu habis karena perburuan liar, warga mulai antisipasi. Salah satunya memasang papan larangan berburu dan menjaring satwa.

Supriono, salah satu perangkat Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, mengatakan, papan larangan berburu itu secara tidak langsung untuk mengusir pemburu liar yang masuk. Karena beberapa bulan terakhir ini, banyak sekali pemburu mencari burung di kawasan itu. ” Warga melihat sejumlah orang masuk ke kawasan hutan dengan membawa jaring. Ada juga yang membawa senapan angin,”ungkapnya.

Kondisi itu membuat para petani dan masyarakat resah karena populasi burung menurun. Sebab setiap kali pemburu liar beraksi, 10 hingga 20 burung terjaring. Ada juga yang ditembak dan dibawa pulang. Karena itulah, di kawasan hutan Dusun Dresel ini mulai jarang terlihat burung.

Imbasnya, ulat buah maupun ulat sayur mulai merajalela. ”Pernah dulu ada perguruan tinggi di Kota Malang melepas burung di hutan. Namun beberapa bulan kemudian sudah hilang semuanya,”beber Supriono.

Setelah ada pemasangan papan imbauan tersebut, warga tidak segan mengusir pelaku penangkapan burung. Karena kawasan tersebut sebagai hutan lindung. Sehingga semua isinya dilindungi Undang-Undang. Rencananya, Supriono dan warga lainnya akan menghadap Perhutani dan

Pemkot Batu. ”Nanti kami minta agar pemerintah dan Perhutani ikut membantu kami memulihkan populasi burung di kawasan ini,”tandasnya.

Kata Kunci :

  • burung desa
  • papan tulisan dilarang berburu
  • senapan angin dihutan
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *