BULAN CINTA DAMAI ALA MALANG

dma

MALANG “Kita menjadi saksi bagi Indonesia, pada seluruh dunia, bahwa segala ragam perbedaan, tercipta untuk saling menghargai, menghormati dan menghidupi. Saat ini, hari ini, kita bertekad, selalu bekerja bersama dalam satu gelombang semangat hidup, sebuah gerakan cinta damai dan lingkungan alam. Salam satu jiwa, Bumi Arema, 15 Februari 2015”
Demikian sepenggal kalimat yang dibacakan 5 anak jalanan binaan komunitas Save Street Child (SSC) di depan Makam Pahlawan Trip kemarin (15/2/15), tanda diresmikannya Februari sebagai Bulan Cinta Damai dan Lingkungan Alam.
“Arema!” Teriak para peserta seraya mengangkat kepalan tangan mereka ke atas, usai para anak jalanan tersebut. Riuh tepuk tangan pun menyambut, para peserta kemudian kembali bersalam sapa antar sesama. Perasaan gembira dan bangga terlukis di wajah mereka. Pembacaan naskah deklarasi oleh puluhan komunitas se-Malang Raya. 
Kemarin, mereka meramaikan Jl Pahlawan Trip, Klojen, Kota Malang. Kehadiran mereka, merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap masyarakat dan lingkungan Bumi Arema.

Ada 24 komunitas se-Malang Raya yang turut serta dalam deklarasi Bulan Cinta Damai dan Lingkungan Alam kemarin. Diantaranya, ada SST, Gusdurian, pecinta candi, kelompok tas kresek dan komunitas lainnya. “Februari itu identik dengan bulan penuh cinta. Tapi, biasanya cinta itu hanya untuk pasangan. Padahal, cinta juga meliputi cinta pada ketuhanan, kemanusiaan dan lingkungan alam,” ujar Koordinator Acara, Wahyu Eko Setiawan.

Ditambahkan, kegiatan tersebut merupakan pemantik gelombang gerakan cinta damai dan peduli lingkungan. Komunitas se-Malang Raya melihat, masyarakat Indonesia khususnya, dunia umumnya, mulai krisis kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, perdamaian juga merupakan hal yang perlu kembali digerakkan.
“Kita mulai dari Malang, deklarasi yang kita lakukan disini kami harap akan menjadi awal mula gelombang gerakkan di Indonesia, bahkan dunia. Gerakkan kami tidak berhenti disini, karena kami juga akan melakukan penanaman 5.000 pohon di Jabung. Selain itu, gerakan lain bakal terus kami lakukan untuk mewujudkan cita-cita kami,” jelas aktivis komunitas Peduli Malang itu.

Selain pembacaan naskah deklarasi, juga diwarnai dengan aksi peduli lingkungan, seperti pungut sampah di jalan dan cabut paku di pohon. Pentas seni dari masing-masing komunitas juga menjadi pemanis dalam rangkaian deklarasi tersebut. Seluruh kegiatan mereka lakukan di depan makam pahlawan trip, sebagai bentuk penghormatan kepada jasa-jasa para pejuang pelajar yang dimakamkan disana.
Ketua Neolath Community, Andri Ananta yang juga turut dalam kegiatan deklarasi bulan cinta damai dan lingkungan alam, mengatakan, komunitas merupakan kelompok masyarakat yang dekat dengan masyarakat. Dia berharap, dengan deklarasi ini Pemerintah setempat bisa melihat potensi-potensi yang dimiliki dari seluruh komunitas di Malang. “Deklarasi ini juga mengajak warga dari luar Malang untuk berpartisipasi menjaga kedamaian di Bumi Arema. Karena itu, kami ikut sertakan juga komunitas mahasiswa dari Sumba untuk menunjukkan bahwa Arema cinta damai,” pungkas Andri. 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *