BNN AJAK MASYARAKAT PEDULI BAHAYA NARKOBA

BNN

MALANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, terus mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba. Kemarin, bertepatan dengan Hari Anti Narkotika International (HANI), BNN bekerjasama dengan Yayasan Yatim Mandiri Kepanjen menggelar sosialisasi kepada pengguna bahaya Narkoba  jalan raya di simpang empat Kepanjen.
Mereka membagikan brosur serta stiker kepada para pengendara motor dan pengemudi mobil.
“Isi brosur yang kami bagikan, yaitu penjelasan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika. Harapannya masyarakat yang membaca bisa paham dan mengetahui bahayanya narkotika,” ungkap Mukhairudin Sudirman, tim penyelenggara kegiatan .
Ia juga berpesan kepada para pecandu narkotika, supaya tidak malu dilakukan rehabilitasi. Sebab pecandu narkoba lebih baik direhabilitasi, dari pada dipenjara. “Oleh karena itu, kami menekankan kepada para pecandu untuk tidak takut serta segan, karena misi kami (BNN) adalah menyelamatkan pengguna narkoba, supaya tidak lagi kecanduan.,” tuturnya

.Jika para pecandu merasa takut dan malu untuk menyatakan, maka bisa  langsung ke BNN, untuk mendaftarkan diri ke petugas di masing-masing kecamatan. Karena setiap Kecamatan sudah di dibekuk IPWL (institusi pengguna wajik lapot),” paparnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Yatim Mandiri Kepanjen  Eko Budi Setyoadi mengatakan, bahwa anak-anak Yatim Mandiri sengaja dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Ada 15 anak yang ikut bersosialisasi. Hanya saja, sosialisasi yang dilakukan anak-anak tersebut, dengan membawa poster yang bertuliskan ajakan untuk menunaikan ibadah puasa.
“Khusus untuk anak-anak, sosialisasinya adalah mengingatkan puasa. Sekaligus mengingatkan masyarakat, untuk lebih banyak amal serta menjauhi maksiat di bulan Ramadan,” ujar Eko Budi Setyoadi.

Ditambahkan Eko, harapannya kerjasama dengan BNN Kabupaten Malang ini bisa terus dilakukan. Selain itu, BNN Kabupaten Malang ke depan bisa memberikan sosialisasi tentang bahaya kepada anak-anak yatim.
“Karena selama ini anak-anak yatim, tidak pernah mendapat wawasan tentang bahaya narkotika. Dengan adanya sosialisasi, maka setidaknya anak-anak akan mengerti dan paham tentang bahaya narkotika,” paparnya

 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *