BEBERAPA SEKOLAH DI KOTA BATU KEKURANGAN PESERTA DIDIK

Sekoalh Batu

KOTA BATU– Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batu akan berakhir Rabu (9/7) dan para siswa yang diterima harus masuk sekolah pada 14 Juli. Namun, rupanya ada beberapa sekolah negeri di kota ini yang tetap membuka pintu untuk pendaftaran murid baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Batu, Mistin, menyebut, SMPN 5 menjadi salah satu sekolah yang bakal memperpanjang masa PPDB-nya. Sebab, sekolah yang berada di kawasan Desa Sumber Brantas itu jumlah pendaftarnya masih di bawah pagu. Dari pagu 90 kursi, baru terisi 50 kursi. Padahal seharusnya, SMPN 5 bisa mendapatkan jumlah siswa lebih banyak. ”Di Desa Sumber Brantas saja, kami data ada 69 lulusan SD tahun ini,”kata dia. Jika 50 siswa yang mendaftar di SMPN 5 seluruhnya adalah lulusan-lulusan dari SD di Desa Sumber Brantas, maka seharusnya masih ada 19 siswa lagi yang bisa dijaring. ”Sekarang kepala sekolah masih mencari anak-anak (lulusan SD) di sekitar situ (Desa Sumber Brantas),”ungkapnya.

”Selain pagu SMPN 5 yang tak terpenuhi, SMP Satu Atap di Desa Sumber Brantas juga kekurangan siswa,”tambah Mistin.

Sebenarnya, bukan hal yang mengejutkan bila pada akhirnya ada banyak lulusan SD dari Desa Sumber Brantas yang tidak melanjutkan ke tingkat SMP. Sebab, data dari tahun-tahun sebelumnya juga menunjukkan hal itu. ”Berdasarkan analisa kami, anak-anak di Desa Sumber Brantas, pernah 75 persen tidak melanjutkan. Karena itu mengapa kami dirikan SMPN 5 di sana,”ucap Mistin.

Meski sudah dibangun sekolah, namun rupanya tidak serta merta semua lulusan SD melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP. ”Ada yang lanjut ke Pondok Pesantren (Ponpes). Ada pula yang tidak melanjutkan pendidikan sama sekali,”ujar wanita yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu ini.

Ketika menemukan lulusan SD yang tidak mau melanjutkan studinya ke jenjang SMP, Disdikpora bersama sekolah akan mencoba mencari tahu apa penyebab atau alasannya. ”Kalau alasannya karena biaya, akan kami bantu,”kata wanita berjilbab ini.

Lantas, bagaimana bila alasannya karena faktor orangtua. Sebab, pada pemikiran sebagian masyarakat pedesaan, pendidikan masih menjadi kebutuhan nomor sekian. Desakan ekonomi kadang membuat orangtua mengarahkan anaknya untuk langsung mencari pekerjaan, setelah lulus SD. ”Untuk kasus seperti ini, kami akan lakukan pendekatan kepada orang tua siswa,”kata dia.

Yang jelas, Disdikpora berupaya agar pagu di sekolah-sekolah negeri yang belum terisi bisa terpenuhi. Walaupun PPDB sudah berakhir, sekolah masih harus mencari siswa untuk memenuhi pagu. ”Pokoknya sampai ketemu,”sambung Mistin.

Sementara itu, terkait sistem PPDB, dalam beberapa tahun ke depan, besar kemungkinan Disdikpora Kota Batu masih menggunakan sistem konvensional, bukan PPDB online. Menurut Mistin, PPDB online masih belum waktunya diterapkan di Kota Batu. ”Saat ini, PPDB online baru bisa diterapkan untuk SMPN 1 dan SMPN 2. Tapi kalau memang sudah siap, kenapa tidak. Kami akan tetap upayakan untuk PPDB online,”jelasnya.

Kata Kunci :

  • foto ndx aka di sekolah
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *